
RUANG KEBUGARAN DAN KOMUNITAS DI PERKAMPUNGAN INDUSTRI KECIL
Author(s) -
Bun Merdianto,
Timmy Setiawan
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal sains, teknologi, urban, perancangan, arsitektur
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-6263
pISSN - 2685-5631
DOI - 10.24912/stupa.v2i1.6838
Subject(s) - socialization , everyday life , urbanism , factory (object oriented programming) , sociology , business , humanities , computer science , political science , art , social science , visual arts , law , architecture , programming language
Jakarta has a fairly rapid rate of economic growth, a modern life and very dense activities, making people increasingly lose time to socialize and rest. Almost all people will spend their time to work with the aim of being able to meet their personal needs. However, when they are tired of working, they cannot find a place to facilitate them to socialize, relax and refresh their body and mind. As a result, the potential for living thought is only for work. This can trigger stress on factory workers who are most susceptible to stress. If this is left unchecked, this will have an impact on the quality of the HR itself and worsen their performance. Therefore the purpose of this research is to create a suitable forum for workers and the community so that they can gather, socialize, relax themselves and refresh their body and mind (Third Place). So that it can reduce stress levels, build community and improve socialization among surrounding communities and can solve existing issues. There is also a method that is used is the everyday urbanism method that sees changes in time and habits of the surrounding community, so that it can provide a place to support the activities of the people who are in that location. The program produced to enter into this project such as communal space, community space, fitness and many others. AbstrakJakarta memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat, kehidupan yang modern dan sangat padat aktivitas membuat masyarakatnya semakin kehilangan waktu untuk bersosialisasi dan beristirahat. Hampir semua masyarakat akan menghabiskan waktunya untuk bekerja dengan tujuan dapat mencukupi kebutuhan pribadi. Namun ketika setelah lelah bekerja, mereka tidak dapat menemukan tempat fasilitas yang mewadahi mereka untuk bersosialisasi, merelaksasikan diri dan menyegarkan tubuh serta pikiran. Akibatnya muncul potensi pemikiran yang hidup hanya untuk bekerja. Hal ini dapat memicu stress pada pekerja pabrik yang paling gampang terkena stress. Jika hal ini dibiarkan, ini akan berdampak terhadap kualitas SDM itu sendiri dan memperburuk kinerja mereka. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini yaitu menciptakan sebuah wadah yang layak untuk pekerja dan masyarakat sehingga dapat berkumpul, bersosialisasi, merelaksasikan diri dan menyegarkan tubuh serta pikiran (Third Place). Sehingga dapat menurunkan tingkat stress, membangun komunitas dan meningkatkan sosialisasi antar masyarakat sekitar dan dapat menyelesaikan isu yang ada. Ada pun metode yang digunakan yaitu dengan metode everyday urbanism yang melihat perubahan waktu dan kebiasaan masyarakat sekitar, sehingga dapat memberikan sebuah tempat untuk mendukung aktivitas masyarakat yang berada di lokasi tersebut. Adapun program yang dihasilkan untuk masuk ke dalam proyek ini seperti ruang komunal, ruang komunitas, kebugaran dan masih banyak lainnya.