z-logo
open-access-imgOpen Access
TEMPAT HIBURAN EKSPRES UNTUK DOMESTIK
Author(s) -
Blandina Sherin,
Budi Adelar Sukada
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal sains, teknologi, urban, perancangan, arsitektur
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-6263
pISSN - 2685-5631
DOI - 10.24912/stupa.v2i1.6778
Subject(s) - indonesian , port (circuit theory) , tourism , geography , humanities , forestry , archaeology , art , engineering , philosophy , linguistics , electrical engineering
Indonesia has an area of 75% by sea and 25% by land, making Maritime the strongest axis of the Indonesian state. However, the Indonesian are not corcern enough to the natural habitat of the underwater, it becomes the main problem of Sea Tourism in some areas of Indonesia are less developed. Therefore, how can architecture accommodate the activities of Indonesian tourism, especially in the maritime field. In this case, there is Muara Angke, where there is a tour to Seribu Island via Kaliadem Port, but the facilities at the Port are inadequate so that visitors feel uncomfortable using the Port and lack of interest in visiting Maritime Tourism.  Therefore, to resolve this case, facilities are needed to increase interest and also increased visitors to the Kaliadem Port, the design began by the criteria of Third Place by written by  Ray Oldenburg, one of which is ‘The Mood is Playful’, the final result of the design provided for visitors of the Port to Have Fun and have a nice social interaction while waiting for the schedule to aboard and also as a place to rest a while after returning from the trip. Abstrak Indonesia memiliki luas wilayah dengan dominasi 75% lautan dan 25% darat menyebabkan Maritim menjadi poros terkuat negara Indonesia. Namun kekurangpedulian masyarakat Indonesia akan kekayaan alam bawah laut menjadi masalah utama Wisata Laut dibeberapa titik Indonesia kurang berkembang. Oleh karena itu bagaimana Arsitektur dapat mewadahi kegiatan dan kemajuan Pariwisata Indonesis khususnya dibidang Maritim. Pada kasus ini, terdapat di Muara Angke, dimana terdapat Wisata menuju Pulau Seribu melalui Pelabuhan Kaliadem, namun fasilitas di Pelabuhan yang tidak memadai sehingga pengunjung merasa tidak nyaman untuk menggunakan Pelabuhan dan minat untuk mengunjungi Wisata Maritim kurang. Maka dari itu untuk menyelesaikan kasus ini, diperlukan sarana yang dapat menambah minat dan juga kenyamanan Pengunjung Pelabuhan Kaliadem, pendekatan desain melalui kriteria Tempat Ketiga oleh Ray Oldenburg, salah satunya adalah ‘Perasaan yang Menyenangkan’, hasil akhir dari desain adalah wadah bagi Pengunjung Pelabuhan untuk bersenang-senang dan dapat berinteraksi satu sama lain sembari menunggu jadwal keberangkatan dan juga sebagai tempat beristirahat sejenak setelah berpulang kembali.  

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here