
PENILAIAN RISIKO KEGAGALAN BENDUNGAN KEDUNGOMBO SEBAGAI DASAR PRIORITAS PEMELIHARAAN BENDUNGAN
Author(s) -
Rais Buldan,
Suharyanto Suharyanto,
Sriyana Sriyana
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal mitra teknik sipil
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2622-545X
DOI - 10.24912/jmts.v0i0.12616
Subject(s) - environmental science , risk analysis (engineering) , business
A dams must always be maintained for their performance, function, and safety, so it is necessary to carry out various maintenance, repairs, and rehabilitation on dams that have been built and operating. Priority systems for the implementation of repair and rehabilitation of dams can be arranged based on the status of safety hazards or the level of risk of failure due to natural disasters or other consequences. Based on this, it is necessary to carry out an assessment of the dam to estimate the magnitude of the risk to the dam. According to the Risk Analysis Guidelines, the estimation of the probability of failure can be done using two methods, namely the traditional method and the event tree method. Based on the results of assessment analysis, the risk probability of the Kedungombo Dam with the traditional method and the event tree method is 4,010 x 10-1 and 1,548 x 10-3 where the acceptable limit conditions for the existing dam are a maximum of 1,000 x 10-5. The risk probability value of the Kedungombo Dam does not meet the requirements of an acceptable risk value. Therefore, it is necessary to recommend risk reduction for the risk assessment results. ABSTRAKBendungan harus selalu dijaga kinerja operasi, fungsi, dan keamanannya, sehingga perlu dilakukan berbagai kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan rehabilitasi pada bendungan yang sudah terbangun dan beroperasi. Sistem prioritas pada pelaksanaan kegiatan perbaikan dan rehabilitasi pada bendungan dapat disusun berdasarkan status bahaya bendungan dari segi keamanan atau besarnya risiko terhadap kegagalan bendungan akibat bencana alam maupun akibat lain. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penilaian risiko pada bendungan untuk memperkirakan besarnya risiko bahaya pada bendungan. Berdasarkan Pedoman Analisis Risiko, perkiraan probabilitas kegagalan dapat dilakukan dengan dua metode yaitu metode tradisional dan metode pohon kejadian (event tree). Berdasarkan hasil analisis penilaian risiko, probabilitas risiko Bendungan Kedungombo metode tradisional dan metode pohon kejadian sebesar 4,010 x 10-1 dan 1,548 x 10-3 dimana syarat batas yang dapat diterima untuk bendungan eksisting maksimum 1,000 x 10-5. Nilai probabilitas risiko Bendungan Kedungombo tidak memenihi syarat nilai risiko yang dapat diterima. Dengan demikian, diperlukan rekomendasi tindakan pengurangan risiko untuk risiko hasil penilaian tersebut.