
STUDI PERUBAHAN KEGIATAN PERDAGANGAN PADA KORIDOR KOMERSIAL STUDI KASUS : JALAN RAYA BEKASI BARAT
Author(s) -
David Kurniawan,
Eduard Tjahjadi,
Wita Simatupang
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal muara sains, teknologi, kedokteran, dan ilmu kesehatan
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2579-6410
pISSN - 2579-6402
DOI - 10.24912/jmstkik.v2i2.867
Subject(s) - physics , humanities , political science , art
AbstrakKoridor perdagangan kawasan Jatinegara adalah kawasan perdagangan berupa koridor komersial yang didominasi oleh bangunan ruko dan sudah ada sejak abad ke-17. Menurut sejarah, kawasan Jatinegara merupakan salah satu pusat perdagangan lama yang terkenal selain Glodok, Senen dan Tanah Abang. Dilihat dari nilai sejarahnya Kawasan Jatinegara ini pun masuk dalam kawasan strategis provinsi yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta dan direncanakan untuk perkembangan infrastruktur khususnya pada bidang transportasi. Kegiatan perdagangan pada kawasan Jatinegara yang berkembang secara natural ini mengalami dampak dari kebijakan pemerintah dalam rangka pertumbuhan ekonomi Jakarta. Kebijakan pemerintah tersebut antara lain: KRL sistem commuter line dan Bus TransJakarta dengan koridor barunya yang merupakan transportasi massal yang menghubungkan Jakarta dengan kota penunjangnya (Bekasi). Pasca implementasi kebijakan transportasi terjadi perubahan kegiatan perdagangan di kawasan Jatinegara terutama pada kegiatan ekonomi kawasan khususnya pada kegiatan perdagangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui elemen dan faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya perubahan kegiatan perdagangan sehingga mengetahui tren yang akan terjadi pada kawasan Jatinegara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif desktiptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kawasan perdagangan pada koridor komersial kawasan Jatinegara mengalami penurunan yang disebabkan oleh 2 faktor pendorong, yaitu faktor pendorong eksternal dan faktor pendorong internal. Faktor pendorong mempunyai pengaruh ke arah yang baik, penurunan dan adapun yang tidak berpengaruh. Secara garis besar faktor pendorong internal maupun eksternal pada kawasan ini menyebabkan perubahan kegiatan perdagangan yaitu penurunan atau depresiasi. Analisa dari faktor pendorong menghasilkan tren perubahan ke depan yang akan terjadi pada koridor komersial kawasan Jatinegara.