z-logo
open-access-imgOpen Access
INTERVENSI RASA BERSYUKUR UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI REMAJA DI SMP X
Author(s) -
Novia Sri Parindu Purba,
Riana Sahrani,
Heni Mularsih
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal muara ilmu sosial, humaniora, dan seni
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2579-6356
pISSN - 2579-6348
DOI - 10.24912/jmishumsen.v4i1.7638.2020
Subject(s) - gratitude , psychology , intervention (counseling) , social psychology , respondent , clinical psychology , political science , psychiatry , law
Low self-esteem is also associated with poverty, it is necessary to have an effort to accept the conditions of life first. One of the simple characteristics of the acceptance effort is gratitude. Gratitude is a strong predictor to increase hope and happiness in adolescents who experience poverty. This research was designed as experimental group in X secondary school. The group was consisted of 6 respondents without a control group. The design of this study was a quasi-experimental (one group pretest-posttest) using the Rosenberg Self-esteem scale (RSSE) with a reliability coefficient of 0.88. The implementation of the gratitude intervention was designed using an intervention module from the aspect of the Indonesian grateful scale (SBI) and it was neither just a list of words of gratitude nor gratefulness. This gratitude intervention is done by inviting participants to focus on positive aspects of life, exploring positive emotions by recalculating the blessings of life that have been received from God and others. To sum up, these findings provide new findings in the use of gratitude intervention that focuses on the divine aspect. The results of this study indicate that there are significant differences in respondent's self-esteem before and after administration of the gratitude intervention, with self-esteem (RSSE) (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.042, p <0.05). This discussion focuses on the implications generated for Gratitude literature which are adapted to Indonesian cultural values. Harga diri yang rendah juga terkait dengan kemiskinan, maka diperlukan adanya usaha penerimaan kondisi kehidupannya terlebih dahulu. Salah satu karakteristik sederhana sebagai upaya penerimaan tersebut yakni dengan rasa bersyukur. Rasa bersyukur merupakan prediktor yang kuat untuk meningkatkan harapan dan kebahagiaan pada remaja yang mengalami kondisi miskin sekalipun. Penelitian ini diberikan kepada satu kelompok eksperimen yang terdiri dari 6 responden tanpa adanya kelompok kontrol di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) terbuka X di Jakarta Utara. Desain penelitian ini merupakan quasi eksperimen (one group pretest-posttest) dengan menggunakan Rosenberg Self-esteem scale (RSSE) dengan hasil koefisien reliabilitas sebesar 0.88. Pelaksanaan pelatihan rasa bersyukur ini dirancang dengan menggunakan modul intervensi dari aspek skala bersyukur Indonesia (SBI) dan bukan hanya sekedar daftar ucapan rasa bersyukur atau terimakasih. Pelatihan kebersyukuran ini dilakukan dengan mengajak partisipan untuk fokus terhadap aspek positif dalam hidup, mengeksplorasi emosi positif dengan menghitung kembali berkah kehidupan yang telah diterima dari Tuhan dan orang lain. Singkatnya, temuan ini memberikan temuan baru dalam penggunaan intervensi rasa bersyukur yang berfokus pada aspek keTuhanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada harga diri responden sebelum dan sesudah pemberian pelatihan kebersyukuran, dengan nilai self-esteem (RSSE) (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.042, p< 0.05 Diskusi ini berfokus pada implikasi yang dihasilkan untuk literature bersyukur yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya Indonesia.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here