z-logo
open-access-imgOpen Access
IMPLEMENTASI ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN TARIF JASA RAWAT INAP RSUI “ORPEHA” TULUNGAGUNG
Author(s) -
Nur Habiba Qurrotakyun,
Ridoni Fardeni Harahap
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal muara : ilmu ekonomi dan bisnis
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2579-6232
pISSN - 2579-6224
DOI - 10.24912/jmieb.v5i1.9241
Subject(s) - humanities , art
Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu rumah sakit dalam mengurangi distorsi biaya yang terjadi dengan cara membuatkan perhitungan tarif kamar rawat inap menggunakan sistem ABC. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah sakit menetapkan tarif jasa rawat inap dengan mempertimbangkan harga pasar, keadaan ekonomi masyarakat, dan kepantasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil perhitungan antara yang telah diterapkan oleh rumah sakit dengan perhitungan menggunakan sistem ABC. Perbandingan HPP tidak dapat diidentifikasi dikarenakan rumah sakit tidak dapat mengetahui secara pasti HPP yang dibebankan atas tarif jasa rawat inapnya. Sedangkan tarif jasa rawat inap mengalami overcosting untuk kelas rawat inap VVIP, kelas II, dan kelas III, memberikan hasil undercosting untuk kelas rawat inap VIP A, VIP B, dan kelas I. Selisih terjadi karena perbedaan metode perhitungan dimana RSUI “Orpeha” Tulungagung menggunakan sistem biaya perkiraan sehingga perhitungan menjadi kurang akurat. Dengan adanya penelitian ini, penulis menyarankan agar pihak manajemen rumah sakit dapat melakukan evaluasi terhadap penetapan tarif dan mulai memperhitungkan untuk menggunakan sistem ABC.  The objective of this study is to help the hospital lowering the distortion by calculating the inpatient room costs using the ABC system. The method used in this research is qualitative with the data collection done through interviews and documentation. The results of study indicate the hospital set costs for inpatient services by considering market price, economic situation of the community, and appropriateness. The results of the study show that there are differences of costs that have been applied by hospitals, with the ones calculated using the ABC system. The difference in COGS could not be identified because the hospital could not know for certain the COGS charged for its inpatient services. While inpatient services costs experienced an overcosting for inpatient classes VVIP, class II, and class III, experienced an undercosting for inpatient classes VIP A, VIP B, and class I. The difference occurred due to differences in calculation methods where Islamic General Hospital "Orpeha" Tulungagung used an estimated cost system, making the calculation less accurate. With this research, the researcher suggests the hospital's management to evaluate the costs setting and start to calculate the costs using the ABC system.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here