z-logo
open-access-imgOpen Access
PELATIHAN IMPLEMENTASI ATMABOT SEBAGAI ROBOT ASISTEN DOKTER DAN PERAWAT DI RUMAH SAKIT ATMA JAYA
Author(s) -
Linda Wijayanti,
Nova Eka Budiyanta,
V. Budi Kartadinata,
Basuki Widodo,
Harlianto Tanudjaja
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal bakti masyarakat indonesia
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2621-0398
pISSN - 2620-7710
DOI - 10.24912/jbmi.v3i2.9436
Subject(s) - medicine , covid-19 , laptop , isolation (microbiology) , nursing , pandemic , medical emergency , infectious disease (medical specialty) , disease , pathology , computer science , microbiology and biotechnology , biology , operating system
Since the Covid-19 outbreaks in Indonesia, the number of positive cases has continued to grow. Hospitals are at a very high risk of being the site of the spread of Covid-19, resulting in problems with the many cases of doctors and nurses who contracted Covid-19 from their patients. Therefore, a robot is needed to reduce direct contact between doctors and nurses with Covid-19 patients. The Faculty of Engineering, Unika Atma Jaya, in collaboration with Alumni of the Faculty of Engineering, has succeeded in making a robot to help doctors and nurses serve Covid-19 patients with mild and moderate symptoms, who are still able to carry out activities independently. The robot, named AtmaBot, was made to be handed over to the Atma Jaya Hospital. AtmaBot is equipped with a camera for video calls between doctors and nurses and patients, helping to reduce direct contact between doctors, nurses with patients. AtmaBot can also deliver food, drinks, medicine, and other equipment, controlled by remote control or laptop. The handover of AtmaBot has carried out at Campus 3 BSD, followed by training on its use. The training is carried out by using the lecture method and practicing how to operate the AtmaBot for doctors and nurses' representatives. The training participants are expected to become trainers for doctors and other nurses at Atma Jaya Hospital. With this training, AtmaBot is expected to help doctors and nurses in isolation rooms, reducing the risk of doctors and nurses being infected with Covid-19.ABSTRAK:Sejak kasus Covid-19 merebak di Indonesia, jumlah kasus positif masih terus bertambah setiap harinya. Hal ini membuat keprihatinan tersendiri, khususnya bagi dokter dan perawat di rumah sakit, yang setiap hari berinteraksi langsung dengan pasien. Rumah sakit berisiko sangat tinggi menjadi tempat penyebaran Covid-19, sehingga timbul permasalahan banyaknya kasus dokter dan perawat yang tertular Covid-19 dari pasiennya. Oleh karena itu diperlukan sebuah robot agar kontak langsung antara dokter dan perawat dengan pasien Covid-19 dapat dikurangi. Fakultas Teknik Unika Atma Jaya bekerja sama dengan Alumni Fakultas Teknik telah berhasil membuat sebuah robot untuk membantu dokter dan perawat dalam melayani pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang, yang masih dapat beraktivitas secara mandiri. Robot yang diberi nama AtmaBot ini dibuat untuk dihibahkan kepada Rumah Sakit Atma Jaya. AtmaBot dilengkapi kamera untuk video call antara dokter dan perawat dengan pasien, sehingga membantu mengurangi kontak langsung dokter dan perawat dengan pasien. AtmaBot juga dapat mengantarkan makanan, minuman, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya ke kamar isolasi, dengan dikendalikan oleh remote control maupun laptop. Serah terima AtmaBot dilakukan di Kampus 3 BSD, dilanjutkan dengan pelatihan untuk penggunaannya. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan mempraktikkan langsung cara mengoperasikan AtmaBot kepada perwakilan dokter dan perawat. Peserta pelatihan diharapkan menjadi trainer bagi dokter dan perawat lainnya di RS Atma Jaya. Dengan pelatihan ini diharapkan AtmaBot dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam membantu dokter dan perawat di kamar isolasi, sehingga mengurangi risiko dokter dan perawat terinfeksi Covid-19 dari pasiennya.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here