
PELATIHAN VALUE CHAIN STRATEGY UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS LAYANAN SELURUH STAKEHOLDER RUMAH SAKIT ST. ELIZABETH SEMARANG
Author(s) -
Ignatius Roni Setyawan
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal bakti masyarakat indonesia
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2621-0398
pISSN - 2620-7710
DOI - 10.24912/jbmi.v2i1.4342
Subject(s) - humanities , business administration , business , art
Rumah sakit (RS) di Amerika Serikat telah mengenal Value Chain Strategy dari Swayne, et al (2006) yang terbuktimembawa dampak positif bagi pemertahanan kualitas layanan seluruh stakeholder. Hal ini dikarenakan value chainstrategy merupakan pengembangan dari Porter Vakue Chain yang diadaptasikan untuk rumah sakit. Selanjutnyaberbekal pada potensi masih barunya value chain strategy untuk kasus Rumah Sakit di Indonesia dan atas undangandari pihak RS St. Elizabeth Semarang maka pelatihan ini diadakan untuk membantu pihak manajemen lebihmengenali komponen organizational value chain semua unit kerja sehingga mampu menaikkan nilai tambah mutulayanan demi menjaga level nilai paripurna pada Akreditasi Rumah Sakit. Hasil pelatihan di Pusdiklat RS St Elizabeth16 Mei 2018 menemukan faktor competitive advantage RS Elizabeth terletak pada After Services yakni banyaknya klaimBPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan yang tertangani dengan sangat baik. Sedangkan pada tahapanstakeholder analysis & balance scorecard strategy map ditemukan bahwa faktor pasien menjadi hal terpenting. Hal inidikarenakan pasien memiliki relasi paling banyak dengan stakeholder yang lain; di samping dalam balance scorecardstrategy map untuk rumah sakit maka pasien akan mencerminkan organizational value chain terkait. Pada pernyataan visi &misi ditemukan hampir semua komponen misi dari Fred. R. David sudah tercerminkan dengan baik dengan komponen palingtersorot adalah pasien (customer). Berdasarkan hasil temuan pelatihan di atas maka pihak manajemen RS St. Elizabethdiharapkan dapat lebih mengarahkan stakeholder analysis dan value adding strategy pada factor pasien. Dalam hal inimereka akan mampu menyusun organizational value chain pada pengembangan bisnis & layanan medis bermututinggi.