
Gambaran Keterlibatan Ayah dalam pengasuhan Anak Usia Remaja (Usia 16-21 Tahun)
Author(s) -
Wieka Dyah Partasari,
Fransisca Rosa Mira Lentari,
Mohammad Adi Ganjar Priadi
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal psikogenesis
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2597-7547
pISSN - 2303-3177
DOI - 10.24854/jps.v5i2.504
Subject(s) - humanities , psychology , philosophy
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran keterlibatan ayah terhadap anak remajanya yang berusia 16-21 tahun.. Keterlibatan itu dilihat dari sudut pandang ayah. Ayah yang berperan aktif dalam keluarga memiliki dampak bagi dirinya sendiri dan juga bagi anak, baik anak perempuan maupun laki-laki. Keterlibatan ayah sendiri merupakan bentuk interaksi ayah terhadap anak yang tercakup dalam lima komponen, yaitu (a) activity engagement ; (b) warmth-responsiveness ; (c) control ; (d) indirect care ; dan (e) process responsibility . Pada remaja perempuan, peran ayah dapat membangun harga diri positif dan menumbuhkan keinginan berprestasi. Pada remaja laki-laki, peran ayah mampu mengembangkan motivasi untuk sukses dan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Penelitian ini melibatkan 201 partisipan yang merupakan seorang ayah berdomisili di DKI Jakarta dan memiliki anak berusia remaja (16-21 tahun). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner keterlibatan ayah dari sudut pandang ayah yang mengacu pada konsep father involvement (Pleck, dalam Lamb, 2010) yang diadaptasi oleh Kristianto, Gurmichele, Utama, Adriel, dan Sidarta (2016). Hasil penelitian terhadap 201 partisipan mengungkapkan bahwa sebagian besar ayah memiliki keterlibatan dalam pengasuhan dan pengelolaan rumah tangga yang tergolong sedang. Hasil tambahan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara durasi kerja ayah dan keterlibatannya di dalam keluarga. Selain itu, tidak ada perbedaan keterlibatan ayah antara ayah yang memiliki istri bekerja dan tidak bekerja.