z-logo
open-access-imgOpen Access
DIFFERENCE OF PEAK EXPIRATORY FLOW RATE BETWEEN STANDING AND SITTING POSITIONS IN SMOKER AGED 18-22 YEARS OLD IN BEBALANG VILLAGE
Author(s) -
I Gusti Ayu Mitha Aristya Dewi,
Ni Komang Ayu Juni Antari,
Indira Vidiari Juhanna,
I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
Publication year - 2020
Publication title -
majalah ilmiah fisioterapi indonesia
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2722-0443
pISSN - 2303-1921
DOI - 10.24843/mifi.2020.v08.i03.p09
Subject(s) - physics , gynecology , medicine
Paparan asap rokok yang terjadi secara terus menerus pada perokok dapat mempercepat penurunan fungsi paru. Penurunan fungsi paru dapat diketahui melalui pemeriksaan Arus Puncak Ekspirasi (APE). APE dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah posisi tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai APE antara posisi berdiri dan duduk pada perokok usia 18-22 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional analitik yang dilakukan pada bulan Maret-April 2019. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 58 orang remaja laki-laki yang merupakan perokok aktif dengan rentang usia 18-22 tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling. Hasil uji hipotesis Paired Sample T Test menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (P<0,05) dengan nilai rerata APE antara posisi berdiri dan duduk masing-masing 452,93±106,98 L/menit dan 428,62±144,19 L/menit. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan signifikan nilai APE antara posisi berdiri dan duduk pada perokok usia 18-22 tahun di Desa Bebalang.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here