z-logo
open-access-imgOpen Access
Pengaruh Budaya & Bargaining Power Terhadap Partisipasi Kerja dan Sekolah Anak di Jawa Timur
Author(s) -
Faishol Amir,
Khusnul Ashar,
Devanto Shasta Pratomo
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal ekonomi kuantitatif terapan
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2303-0186
pISSN - 2301-8968
DOI - 10.24843/jekt.2019.v12.i01.p01
Subject(s) - humanities , political science , psychology , art
Makalah ini meneliti pengaruh budaya dan Bargaining Power terhadap partisipasi sekolah dan kerja anak di Jawa Timur. Prevalensi anak usia 10-17 tahun yang bekerja di Jawa Timur sekitar 4,74%. Sekitar 28,03% anak yang bekerja masih bersekolah. Sedangkan anak putus sekolah mencapai 11,28%. Mengacu pada teori collective model  dan menggunakan metode analisis regresi multinomial logit pada data  Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015, makalah ini menyimpulkan bahwa budaya yang diproxikan melalui tlatah (kawasan kebudayaan) berpengaruh signifikan terhadap partisipasi sekolah dan kerja anak. Anak yang berasal dari tlatah Arek paling berpeluang untuk bekerja. Anak yang berasal dari tlatah Pandalungan paling kecil peluangnya untuk sekolah. Sedangkan anak dari tlatah Madura Pulau paling berpeluang untuk sekolah sambil bekerja. Menariknya, saat pendidikan ibu setara bahkan lebih tinggi dari pendidikan ayah, peluang anak bekerja semakin besar dan sebaliknya peluang anak  untuk sekolah semakin kecil.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here