z-logo
open-access-imgOpen Access
Tradisi Appanaung: Menjaga Keharmonisan Keluarga dan Kelestarian Makam Kuno
Author(s) -
nfn Makmur
Publication year - 2020
Publication title -
tumotowa
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2722-7693
pISSN - 2722-7014
DOI - 10.24832/tmt.v3i2.63
Subject(s) - humanities , art , sociology
Tradisi appanaung merupakan suatu tradisi yang wajib dilakukan oleh masyarakat di Kampung Sikapaya Desa Minasa Upa Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan dan dampak yang dihasilkan oleh tradisi appanaung khususnya pada aspek kelestarian budaya materil (makam kuno). Sehingga dapat memberikan gambaran bagaimana fungsi budaya tradisi lisan di tengah masyarakat. Metode yang digunakan ialah metode etnoarkeologi, merupakan penggabungan metode arkeologi dan antropologi. Data budaya tradisi appanaung menggunakan pengamatan terlibat (observation partisipation) dan wawancara mendalam (indepth intervieuw) terhadap orang-orang yang melaksanakan tradisi appanaung dan masyarakat di Kampung Sikapaya. Sedangkan dalam mendapatkan data budaya material dengan cara mengamati, mencatat, mengambar, dan memotret temuan bangunan makam kuno dengan jarak dekat, sehingga mendapatkan data arkeologi dalam konteks dan lingkungan sekitarnya. Hasil penelitian tentang tradisi appanaung di Kampung Sikapaya wajib dilakukan oleh setiap orang dan diselenggarakan setelah melangsungkan pernikahan. Tradisi ini diyakini oleh masyarakat dapat berfungsi sebagi penolak bala bagi rumah tangga yang baru. Harmonisasi rumah tangga yang baru dapat terwujud setelah mendapatkan restu dari leluhur, sehingga puncak tradisi appanaung diselenggarakan di makam-makam kuno. Dari tradisi appanaung yang kemudian menuntun dan menggerakkan masyarakat untuk melestarikan makam-makam kuno. 

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here