z-logo
open-access-imgOpen Access
TEKNOLOGI, BENTUK, FUNGSI, DAN MOTIF HIAS TEMBIKAR DI ISTANA ALMUKARRAMMAH, SINTANG
Author(s) -
Ulce Oktrivia
Publication year - 2016
Publication title -
naditira widya
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2548-4125
pISSN - 1410-0932
DOI - 10.24832/nw.v10i2.138
Subject(s) - physics , humanities , art
Tembikar dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kepandaian teknologis dan aktivitas masyarakat pada masa lalu. Guna mengetahui hal tersebut, maka perlu diketahui tingkat teknologi tembikar, bentuk, dan motif hias tembikar, dan kaitan antara fungsi tembikar dan fungsi situs Istana Almukarrammah pada masa lalu. Permasalahan tersebut dijawab dengan menggunakan teknik pengamatan berdasarkan variabel jejak buat, warna, motif hias dan teknik hias. Selain itu juga dilakukan penggambaran dengan teknik mirror untuk bagian tepian tembikar. Tembikar Istana Almukarramah yang terdiri dari periuk, mangkuk, kendi, dan tembikar berbentuk persegi, dibentuk dengan tangan, alat, dan gabungan kedua teknik tersebut. Tidak semua bahan tanah liat dipilih dengan baik. Rata rata tembikar dibakar pada suhu yang rendah sampai sedang, meskipun terdapat beberapa yang dibakar pada suhu tinggi. Motif hias dan teknik yang digunakan sangat berfariasi. tembikar Istana Almukarramah keperluan sehari-hari dan media upacara. Hal ini dapat dilihat dari fungsi lokasi ini sebalum tahun 1932 adalah sebagai lokasi pemukiman. Sedangkan fungsi upacara didasarkan banyaknya temuan tembikar disekitar Batu Kundur. Dengan demikian dapat diketahui bahwa masyarakat yang membuat tembikar Istana Almukarramah rata-rata memiliki kepandaian dan pengetahuan teknologis antara rendah sampai sedang. Kegiatan yang pernah terjadi dilokasi ini adalah aktifitas kehidupan sehari hari, dan atifitas upacara yang terkait dengan Batu Kundur 

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here