
ARKEOLOGI, PUBLIK DAN MEDIA SOSIAL DI MALUKU
Author(s) -
Marlon Nr Ririmasse
Publication year - 2018
Publication title -
kalpataru
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2550-0449
pISSN - 0126-3099
DOI - 10.24832/kpt.v27i1.329
Subject(s) - sociology , humanities , philosophy
Media sosial telah menjadi wahana yang bertautan dengan hampir seluruh aspek kehidupan manusia saat ini. Mulai dari ranah teknologi informasi hingga segmen kebudayaan. Termasuk dalam disiplin arkeologi. Sudah lebih dari dua dekade, media sosial tidak saja menjadi ruang informal perjumpaan dan pertukaran gagasan, namun telah menjelma menjadi motor efektif yang turut menggerakkan dinamika akademis disiplin arkeologi. Termasuk menjadi agen bagi interaksi arkeologi dan masyarakat. Media sosial berperan sebgai salah satu ruang paling efektif dalam meluaskan pengetahuan arkeologi bagi publik. Termasuk di Maluku. Makalah ini mencoba mengamati hubungan disiplin arkeologi dan media sosial bagi perluasan pengetahuan arkeologi dan sejarah budaya untuk masyarakat di Maluku. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Hasil studi menemukan bahwa media sosial telah menjadi salah satu agen utama dalam publikasi pengetahuan arkeologi di Maluku dan prospektif untuk terus dikembangkan ke depan.Kata kunci: Arkeologi, Publik, Media Sosial, Maluku