z-logo
open-access-imgOpen Access
Kibas Rumbai
Author(s) -
Nabila Triyani
Publication year - 2019
Publication title -
joged
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
eISSN - 2655-3171
pISSN - 1858-3989
DOI - 10.24821/joged.v9i2.2547
Subject(s) - humanities , art , physics
Kibas Rumbai merupakan karya tari yang terinspirasi dari gerak kibas dan efek rumbai pada kostum. Kibas adalah gerakan yang dilakukan dengan mengayun-ayunkan beberapa anggota tubuh seperti kepala, badan, tangan, dan kaki yang digerakkan secara bergantian tetapi tidak dilakukan berurutan. sedangkan Rumbai ialah kostum yang pada tarian aslinya terbuat dari daun pisang yang dipotong kurang lebih dua atau tiga jari tangan. Pada karya ini daun yang digunakan adalah daun Gajeh. Daun gajeh memiliki tekstur yang ringan dan menghasilkan suara ketika digerakkan para penari sesuai dengan apa yang diharapakan penata.Kibas Rumbai terisnpirasi dari tari Hudoq Kayoq pada masyarakat Dayak Bahau di Kalimantan Timur. Tari Hudoq Kayoq bertujuan meminta perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar tanaman padi terlindung dari serangan binatang yang dianggap sebagai hama berbahaya seperti monyet, babi, tikus, serta binatang perusak lainnya. Tari Hudoq biasanya digelar di lapangan atau sawah yang akan ditanami padi. Tari ini menggunakan ritme musik yang cepat dengan gerakan Nyidok dan Ngedok.Pada karya tari ini, Nyidok dan Ngedok menjadi sumber dasar gerak yang akan di gunakan sebagai langkah awal ekplorasi penemuan gerak yang akan di kembangkan dari pola ruang, waktu, dan tenaga. Karya tari ini bertipe studi yang artinya memfokuskan pada gerak berbatas dan spesifik karena tari studi menekankan pada terwujudnya sebuah kompleksitas gerak yang khas. Koreografi tari kelompok dengan jumlah penari 6 orang, dengan pembagian 3 orang penari laki-laki dan 3 orang penari perempuan.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here