z-logo
open-access-imgOpen Access
MAKNA DAN SIMBOL TARI DEWA MEMANAH DALAM UPACARA ADAT ERAU DI KERATON KUTAI KARTANEGARA
Author(s) -
Auliana Rizka Luthfitasari
Publication year - 2019
Publication title -
joged
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2655-3171
pISSN - 1858-3989
DOI - 10.24821/joged.v9i2.2544
Subject(s) - humanities , art
Penelitian ini menganalisis makna dan simbol tari Dewa Memanah yang merupakan salah satu tari dalam ritual perayaan adat Erau Erau di Keraton Kutai Kartanegara. Tari Dewa Memanah merupakan tarian yang wajib ada dalam upacara ritual Bepelas dan ditarikan oleh seorang penari perempuan yang disebut Dewa Belian dengan properti sebuah busur dan anak panah yang ujungnya bercabang tujuh dan berapi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan semiotika Pierce. Bagi Pierce tanda dan pemaknaan bukan merupakan sebuah struktur melainkan suatu proses yang berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang disebutnya semiosis. Proses semiosis ini melalui tiga tahap yaitu tahap pertama adalah penyerapan aspek representamen tanda melalui panca indra, kedua mengaitkan secara spontan dengan pengalaman dalam kognisi manusia yang memaknai representament itu (disebut object), dan ketiga menafsirkan object sesuai dengan keinginannya, tahap ketiga ini disebut interpretant.Hasil dari penelitian ini adalah tari Dewa Memanah merupakan penggambaran seorang dewa yang sedang memanah dengan maksud untuk mengusir roh-roh jahat agar tercipta ketentraman, keselamatan, dan keamanan selama prosesi ritual Bepelas berlangsung.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here