z-logo
open-access-imgOpen Access
ASUH ASAH BABAKEH: ARYA TARI SEBAGAI UNGKAPAN KERINDUAN CUCU KEPADA ATUK
Author(s) -
Ayang Sophia
Publication year - 2020
Publication title -
joged
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2655-3171
pISSN - 1858-3989
DOI - 10.24821/joged.v16i2.4679
Subject(s) - art , humanities
Asuh Asah Babakeh merupakan karya yang terinspirasi dari pengalaman empiris tentang kasih sayang seorang Atuk terhadap cucu. Atuk (bahasa Minang: kakek) merupakan salah satu orang yang berperan penting dalam pendidikan awal mengenali kehidupan penata tari. Beliau yang mengajar ilmu pengetahuan, agama, beragam cara hidup di dunia melalui nyanyian, cerita dan contoh peristiwa. Atuk telah wafat meninggalkan kesan yang mendalam sampai saat ini. Karya tari ini merupakan persembahan ucapan terima kasih untuk Almarhum dari lubuk hati yang terdalam. Asuh Asah Babakeh merupakan koreografi kelompok dengan garap kontemporer yang berakar dari tradisi Minangkabau. Garap gerak berpijak pada tari Babuai yang bernafaskan budaya Minangkabau. Demikian juga musik tarinya yang dikomposisi khusus untuk koreografi ini diharapkan dapat membangun nuansa budaya Minangkabau serta imajinasi tema untuk menguatkan dramatisasi pada setiap bagian koreografinya. Tema pada karya ini adalah ungkapan rasa rindu pada kasih sayang antara cucu dengan Atuk. Menggunakan tipe tari dramatik serta cara ungkap simbolis. Struktur Koreografi dibagi menjadi empat adegan. Menggunakan properti tari lampu togok (lampu minyak yang sudah dimodifikasi), serta properti panggung untuk menambah estetika penampilan serta menguatkan ekpresi tarinya. Karya ini ditarikan oleh 9 orang penari dan dipentaskan di panggung proscenium stage. ABSTRACT Asuh Asah Babakeh is a creation inspired by the empirical experience of a choreographer about the closeness and affection of a Atuk for grandchildren. Atuk (Minang language: grandfather) is one that plays an important role in early education in recognizing the lives of dance stylists. He teaches science, religion, various ways of living in the world through songs, stories and examples of events. Atuk has died leaving a deep impression until this day. This dance an offering of thanks to the deceased from the bottom of my heart. Asuh Asah Babakeh is a group choreography with contemporary work rooted in the Minangkabau tradition. Work on movements resting on the Babuai dance that breathes Minangkabau culture. Likewise, the dance music composed specifically for this choreography is expected to build the nuances of Minangkabau culture as well as the theme's imagination and strengthen the dramatization of each part of the dance. The theme in this work is an expression of longing for affection between grandchildren and Atuk. Using the type of dramatic dance and symbolic expression. The structure of Choreography is divided into four scenes. Using the togok lamp dance property (modified oil lamp), as well as the stage property to add aesthetic appearance and strengthen the dance expression. This work was danced by nine dancers and performed on the proscenium stage

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here