z-logo
open-access-imgOpen Access
Metafora dalam Kartun Bertema Korupsi Karya G.M. Sudharta
Author(s) -
Iskandar Iskandar
Publication year - 2018
Publication title -
invensi
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2615-2940
pISSN - 2460-0830
DOI - 10.24821/invensi.v3i1.2103
Subject(s) - humanities , art
Kartun merupakan salah satu bentuk dialektika tanda dalam kategori bahasa verbal dan nonverbal, yang membuat dirinya unik adalah karena karakternya yang menyimpang, lucu, bersifat satir atau menyindir, baik terhadap orang atau tindakannya. Sebagai salah satu bahasa politik, kartun telah menjadi instrumen pokok untuk menceritakan realitas, segala tindakan dalam kartun merupakan studi tentang tanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metafora yang digunakan dalam kartun bertema korupsi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi kualitatif, dengan pendekatan deskriptif, yaitu dimana data yang dikumpulkan adalah karya visual kartun G.M. Sudharta yang dibuat tahun 2012 untuk koran Kompas, dan yang dipublikasikan pada media sosial Facebook-nya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatnya metafora yang sangat dominan dan beragam dalam kartun bertema korupsi yang menandakan terdapatnya proses yang kritis dalam memandang budaya komunikasi. Setiap kartunis menciptakan tokoh kartun fiktif sebagai identitas yang mewakili dirinya untuk menyampaikan opini, kritik, dan olok-olok terhadap sesuatu yang sedang berlaku dalam realitas sehari-hari. Selain itu, setiap kartunis memiliki keunikan dalam menyampaikan pesan, hal tersebut merupakan gaya yang dipengaruhi oleh latar belakangnya masing-masing. Cartoon is a form of dialectic sign in the category of verbal and nonverbal language, which makes it unique is that deviant character, humorous, satirical or sarcatic, either against the person or his actions. As one of the political languages, cartoons have become a staple instrument to communicate the reality, every action in cartoon are the study of signs. This study aims to determine the metaphor used in cartoons with the theme of corruption. The research methodology used is qualitative methodology, with descriptive approach, that is where the data collected is a visual work of cartoon G.M. Sudarta made in 2012 for Kompas newspaper, and published on social media Facebook. The results of this study indicate that there is a very dominant and varied metaphor in a corruption-themed cartoon that signifies the existence of a critical process in viewing the culture of communication. Each cartoonist creates a fictitious cartoon character as an identity representing him/herself to convey opinions, criticisms, and banter towards something that is prevailing in the everyday reality. In addition, each cartoonist is unique in conveying the message, it is a style influenced by their background.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here