z-logo
open-access-imgOpen Access
KAJIAN ESTETIK DESAIN MATA UANG RUPIAH PADA MASA PEMERINTAHAN SOEKARNO PERIODE 1945-1949
Author(s) -
Afrizal Afrizal
Publication year - 2013
Publication title -
corak : jurnal seni kriya/corak
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-4708
pISSN - 2301-6027
DOI - 10.24821/corak.v2i2.2337
Subject(s) - indonesian , database transaction , payment , independence (probability theory) , currency , government (linguistics) , business , economics , finance , monetary economics , philosophy , linguistics , statistics , mathematics , computer science , programming language
The foreign people’s entry into Indonesia before Indonesian’s Independence aimed totrade. They used transaction means they brought with them from their own countries. Such themeans constituted gold and silver. When gold and silver were replaced with paper money bythe incomers such as Dutch and Japanese as the means of transaction, such the type of papermoney was also used as the legal means of payment in Indonesia. When Indonesiansproclaimed their independence on August 17, 1945, such the form of transaction means wasstill used as the legal means of payment. The use of transaction means the incomers hadbrought as legal payment was considered as not suitable to the Indonesian personality; thus itshould be replaced. For that reason, Indonesian government issued its own money form as thelegal transaction means: Oeang Repoeblik Indonesia (ORI).This study explored specifically the development of ORI design during Soekarno reign in1945-1949 period. The main problem was explained using historical approach and fine artscience such as esthetics and symbolism.The result of research revealed that the development of ORI design was affected byseveral factors. The role of Indonesian government as the organizer of money circulation, therole of artists as ORI’s designer who got full trust to select the picture theme to be applied tothe money form, and Indonesian support to the publication of ORI who wanted to beindependent from the colonial grip were internal factors supporting the development. Theexternal factor was that the money used before Indonesian independence was not Indonesianofficial money.Keywords: design development, rupiah currency, and esthetics.  Masuknya bangsa asing ke Indonesia sebelum bangsa Indonesia merdeka dengantujuan berdagang mereka menggunakan alat transaksi yang dibawa dari negaranya masingmasing,alatransaksi itu berupa emas dan perak. Pada saat itu emas dan perak menjadialatransaksi yang sah di Indonesia. Ketika uang emas dan perak diganti dengan uang kertasoleh bangsa pendatang seperti bangsa Belanda dan bangsa Jepang sebagai alatransaksi, jenisalatransaksi dengan bahan kertas tersebut juga diberlakukan sebagai pembayarang yang sah di Indonesia. Saat bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17Agustus 1945 bentuk alatransaksi itu masih digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.Penggunaan bentuk alatransaksi yang dibawa oleh bangsa pendatang sebagai pembayaranyang sah setelah bangsa Indonesia merdeka, alatransasi itu dianggap tidak cocok dengankepribadian bangsa Indonesia, dengan demikian jenis alatransaksi tersebut harus diganti. Olehkarena itu pemerintah Indonesia mengeluarkan bentuk uang sendiri sebagai alatransaksi yangsah yaitu: Oeang Repoeablik Indonesia (ORI).Penelitian ini menggali secara khusus tentang perkembangan desain ORI pada masapemerintahan Soekarno periode 1945-1949. Pokok permasalahan dipaparkan denganpendekatan sejarah dan penggunaan ilmu seni rupa seperti: estetika dan simbolisme.Hasil penelitian menggambarkan bahwa perkembangan desain ORI dipengaruhibeberapa hal. Peran pemerintahan Indonesia selaku pengatur peredaran uang, peran senimansebagai desainer ORI yang mendapat kepercayaan penuh terhadap pemilihan tema gambaryang akan di aplikasikan kedalam bentuk uang, dan dukungan bangsa Indonesia terhadapterbitnya ORI yang ingin bebas dari cengkraman penjajah merupakan faktor internal yangmendukung perkembangan tersebut. Faktor eksternal adalah: uang yang digunakan sebelumbangsa Indonesia merdeka bukan uang resmi bangsa Indonesia. Kata kunci: perkembangan desain, mata uang rupiah, dan estetika

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here