
KEHAMILAN ANEMBRIONIK PADA PRIMIGRAVIDA : SEBUAH TINJAUAN KASUS
Author(s) -
Cut Meurah Yeni,
Muhammad Bayu Zohari Hutagalung,
Dwinka Syafira Eljatin,
Alyani A. Basar
Publication year - 2018
Publication title -
jks/jks (jurnal kedokteran syiah kuala)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2550-0112
pISSN - 1412-1026
DOI - 10.24815/jks.v18i2.18002
Subject(s) - gynecology , medicine , pregnancy , obstetrics , biology , genetics
Abstrak. Sebuah kasus, wanita berusia 22 tahun hamil 8-9 minggu dengan keluhan perdarahan pervaginam sejak 1 sebelum masuk rumas sakit (RS). Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan gambaran kantung gestasi tanpa pertumbuhan embrio dengan usia kehamilan 8 minggu. Terminasi kehamilan pada kasus ini dilakukan dengan metode dilatasi dan kuretase. Kehamilan anemebrionik merupakan salah satu bentuk kegagalan dalam kehamilan. Diperkirakan 10-15% hasil konsepsi tidak viabel dan akan mengalami abortus dan 3% diantaranya merupakan kehamilan anembrionik. Manifestasi klinis pada kasus ini meliputi riwayat amenorea, tanda-tanda kehamilan muda serta perdarahan pervaginam pada tahap akhir perjalananya. Berbagai faktor secara teoritis dikaitkan dengan kehamilan embrionik meliputi; faktor genetik paternal dan maternal, disfungsi hormonal serta infeksi dan kelainan imunologi. Kehamilan embrionik dapat ditegakkan melalui pemeriksaan ultrasonografi transabdominal maupun transvaginal dengan ditemukannnya kantung gestasi tanpa perkembangan embrio pada minggu 6-10 kehamilan. Kata Kunci: Kehamilan anembrionik, kuretaseAbstract. A case, 22-year-old woman with 8-9 weeks gestational aged with complaints of vaginal bleeding one day before hospital admission. Ultrasound examination showed a picture of gestational sac without embryo growth correspondent to 8 weeks gestational aged. Termination of pregnancy in this case was done by the method of dilation and curettage. Anembryonic Pregnancy is one form of failure in pregnancy. An estimated 10-15% of the pregnancy is not viable and will undergo abortion and 3% of it is anembryonic pregnancy. Clinical manifestations in this case includes a history of amenorrhea, signs of early pregnancy and vaginal bleeding at the final stage perjalananya. Various factors are theoretically associated with embryonic pregnancy include; paternal and maternal genetic factors, hormonal dysfunction, as well as infectious and immunological disorders. Embryonic Pregnancy can be enforced through a transabdominal or transvaginal ultrasound examination with detection of gestational sac without embryo development at 6-10 weeks gestation.Key words: Anembryonic pregnancy, curettage