z-logo
open-access-imgOpen Access
A Field Survey of Soil Corrosivity Based on Electrical Resistivity Method
Author(s) -
Muzakir Zainal,
Marwan Marwan
Publication year - 2019
Publication title -
journal of aceh physics society
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2355-8229
DOI - 10.24815/jacps.v8i1.12768
Subject(s) - forestry , physics , hydrology (agriculture) , environmental science , geography , geotechnical engineering , engineering
Salah satu upaya mitigasi bencana yang perlu dilakukan sebelum pembangunan fasilitas pada kawasan industri yaitu kajian korositivitas tanah. Sifat korositivitas dapat menyebabkan rusaknya infrastruktur bangunan dalam ambang batas tertentu, Kajian korositivitas tanah telah dilakukan pada kawasan industri Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur dengan tujuan untuk melakukan investigasi dan pemetaan tingkat korositivitas tanah menggunakan metode resistivitas Wenner 4 pin dan perhitungan pH meter untuk tanah. Akuisisi data dilakukan dengan titik pengukuran sebanyak tujuh titik, dimana setiap titik pengukuran data terdistribusi pada lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan industri dengan total panjang lintasan pengukuran 6 km. Hasil pengolahan data resistivitas 1D diperoleh dua jenis pelapisan tanah. Lapisan pertama lebih didominasi oleh kondisi tanah yang tidak korosif dengan nilai resistivitas 20 – 580 Ohm.m. Sedangkan lapisan kedua dapat diduga sebagai lapisan yang korosif dengan nilai resistivitas tanah 5 – 20 Ohm.m. One of the disaster mitigation that needs to be done before facilities development in industrial area is study of soil corrosivity. Within a certain threshold, this corrosivity can cause damage to building infrastructure. This research was done in the industrial area of Julok Subdistrict, East Aceh Regency with the aim of investigating and mapping the level of soil corrosion using a 4-pin Wenner resistivity method and calculating the pH for soil. Data acquisition was carried out at seven measurement point, where each measurement point is distributed at a location that will be used for industrial development with 6 km length. Inversion of resistivity data gives two type of soil layer. The first layer is more complete by non-corrosive soil conditions with resistivity values of 20 - 580 Ohm.m. While the second layer can be interpreted as a corrosive layer with a soil resistivity value of 5-20 Ohm.m. Keywords: korosi, resistivitas, wenner, pH, mitigasi bencana

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here