
MENGIDENTIFIKASI NILAI KEMANFAATAN PRODUK LITBANG PADA INSTANSI PEMERINTAH (IDENTIFY BENEFIT VALUE OF RESEARCH PRODUCT IN PUBLIC SECTOR)
Author(s) -
Agus Wahyuadianto Shafiera Amalia
Publication year - 1969
Publication title -
jurnal borneo administrator/jurnal borneo administrator : media pengembangan paradigma dan gaya baru manajemen pemerintahan daerah
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2407-6767
pISSN - 1858-0300
DOI - 10.24258/jba.v9i1.96
Subject(s) - unit (ring theory) , government (linguistics) , cabinet (room) , public sector , business , political science , psychology , engineering , linguistics , philosophy , mathematics education , law , mechanical engineering
Outcome-based performance management in public sector is being popularized today by SBY cabinet. This was caused by the failure of the process and input based management approach, which could not guarantee high quality service. This study was conducted to measure the output of the two research and development units in PKP2A I LAN (hereinafter referred to as PKP2A I LAN Research Unit) in the form of research reports, local-government advocacy, scientific journals, and seminars. This study is focused on the research products between 2006 and 2010, whereas population for this research was local government apparatus. A set of questionnaires and key informants interview were used to collect data. The data was analyzed by quantitative approach with descriptive statistical techniques and qualitative approach with interactive data analysis models. Result of the research indicated that respondents were aware of PKP2A I LAN Research Unit existence. However, they did not understand its roles and services. They merely utilized research reports and advocacy output to support their main duty and function, such as design and formulation of policy studies, whilst output from seminars are utilized to enhance individual capacity, not organization. Consequently, PKP2A I LAN Reseach Unit ought to improve their publication and streghten their networking that quality of their products is acknowledged and trusted.Keywords: outcome measurement, performance management, PKP2A I LAN Research Unit.Manajemen kinerja berbasis outcome sedang dipopulerkan di sektor publik dewasa ini oleh Kabinet SBY. Kondisi ini merupakan reaksi dari gagalnya pendekatan manajemen berbasis proses dan input, yang tidak menjamin terselenggaranya pelayanan berkualitas tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pencapaian outcome dari unit kerja pelaksana fungsi penelitian dan pengembangan di PKP2A I LAN (selanjutnya disebut Unit Litbang), yang dilaksanakan oleh Bidang Kajian Kinerja Kelembagaan dan Sumber Daya Aparatur (KKKSDA) dan Bidang Kajian Manajemen Kebijakan, Pelayanan, dan Otomasi Administrasi (KMKPOA), yakni yang berbentuk laporan kajian, kegiatan advokasi pemerintah daerah, jurnal ilmiah, dan seminar. Produk yang diukur adalah output program kerja tahun 2006 s.d. 2010, sedangkan populasinya adalah aparatur di tingkat pemerintahan daerah. Instrumen penelitiannya adalah kuesioner dan panduan wawancara yang dianalisa melalui pendekatan kuantitatif dengan teknik statistik deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan model analisis data interaktif. Hasilnya cukup mengejutkan. Responden ternyata sudah mengetahui keberadaan Unit Litbang PKP2A I LAN, tetapi tidak memahami peran dan bentuk pelayanannya. Hasil kajian dan advokasi digunakan untuk kepentingan pelaksanaan tupoksi, seperti pembuatan telaahan dan penyusunan kajian kebijakan. Sedangkan seminar, hanya digunakan untuk peningkatan kapasitas individu, bukan organisasi. Solusinya, Unit Litbang PKP2A I LAN perlu meningkatkan publikasi produk dan memperkuat jejaring kerja sehingga lebih dikenal dan dipercaya kualitasnya.Kata kunci: pengukuran outcome, manajemen kinerja, Unit Litbang PKP2A I LAN.