z-logo
open-access-imgOpen Access
Emansipasi Wanita Di Negara Islam (Pemikiran Qasim Amin Di Mesir)
Author(s) -
Hasri Hasri
Publication year - 2018
Publication title -
al-khwarizmi/al-khwarizmi : jurnal pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2541-6499
pISSN - 2337-7666
DOI - 10.24256/jpmipa.v2i2.117
Subject(s) - humanities , art , political science
Zaman dahulu wanita selalu dianggap lemah, mengerjakan segala macam pekerjaan tidak cekatan dan tidak terampil, hanya bisa berkata boleh ataupun iya apabila kaum pria menyeuruh mereka. Tetapi sekarang, wanita dapat berkata tidak apabila ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya yang dikatakan oleh kaum pria. Itulah salah satu demokrasi yang ditonjolkan oleh wanita karena sekaranglah waktunya untuk bangkit dan berani menyuarakan aspirasi mereka. Adapun makna emansipasi wanita adalah perjuangan sejak abad ke-14 M dalam rangka memperoleh persamaan hak dan kebebasan seperti hak kaum laki-laki. Jadi para penyeru emansipasi wanita menginginkan agar para wanita disejajarkan dengan kaum pria di segala bidang kehidupan, baik dalam pendidikan, pekerjaan, perekonomian maupun dalam pemerintahan. Mesir merupakan negara Islam yang pertama menyadari hal ini, oleh karena itu orang-orang Mesirlah yang pertama mengadakan kontrak dengan dunia barat. Diantara jajaran pemikir-pemikir Islam di Mesir yang pertama memunculkan ide-ide emansipasi wanita adalah Al-Tahtawy. Tetapi pemikir yang mempunyai perhatian besar dan menghususkan dirinya untuk membicarakan hal ini adalah Qasim Amin.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here