z-logo
open-access-imgOpen Access
Hubungan antara Kelekatan pada Orang Tua dan Teman Terhadap Subjective Well-being Remaja yang Ditinggalkan Orang Tua Bekerja Sebagai Pekerja Migran
Author(s) -
Elzza Priscania Raissachelva,
Eko Handayani
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal psikologi sains dan profesi/jurnal psikologi sains dan profesi (journal of psychological science and profession)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2614-2279
pISSN - 2598-3075
DOI - 10.24198/jpsp.v4i1.23633
Subject(s) - humanities , psychology , art
  Perpisahan dalam jangka panjang yang dialami oleh remaja dan orang tua yang merupakan pekerja migran dapat membuat kualitas hubungan yang terjalin mengalami perubahan dan tidak lagi menjadi dekat. Ketika remaja tidak memiliki hubungan yang dekat dengan orang tua, mereka mulai menjalin kedekatan dengan teman sebagai gantinya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara kelekatan pada orang tua dan teman sebaya dengan subjective well-being (SWB) remaja yang ditinggalkan orang tua bekerja sebagai pekerja migran. Partisipan penelitian terdiri dari 42 remaja berusia 12 - 15 tahun. Kedekatan dengan orang tua dan teman diukur menggunakan alat ukur Inventory of Parent and Peer Attachment, sementara subjective well-being diukur menggunakan alat ukur Satisfaction with Life Scale, Positive and Negative Affect Schedule, dan Subjective Happiness Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kelekatan pada ayah dengan kepuasan hidup dan kebahagiaan serta hubungan negatif yang signifikan antara kelekatan pada ayah dengan afek negatif. Selain itu terdapat hubungan positif yang signifikan antara kelekatan pada ibu dengan komponen afek positif dan hubungan positif yang signifikan antara kelekatan pada teman sebaya dengan kebahagiaan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin secure kelekatan dengan ayah membuat remaja semakin puas dan bahagia serta membuat semakin rendahnya afek negatif yang dirasakan. Semakin secure kelekatan dengan ibu juga membuat remaja memiliki afek positif yang tinggi dan semakin secure kelekatan dengan teman sebaya membuat remaja semakin bahagia.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here