z-logo
open-access-imgOpen Access
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS DAN FREKUENSI BIOFERTILIZER TERHADAP KADAR KLOROFIL DAUN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen)
Author(s) -
Dwimei Ayudewandari Pranatami,
Sekar Arum
Publication year - 2018
Publication title -
indonesian journal of applied sciences (ijas)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2581-1991
pISSN - 2089-9203
DOI - 10.24198/ijas.v7i3.15422
Subject(s) - biofertilizer , horticulture , food science , chemistry , biology
Klorofil merupakan komponen penting yang dibutuhkan dalam fotosintesis dimana pembentukanya diperlukan suplai zat hara seperti nitrogen dan fosfat. Suplai  zat hara tersebut dapat dibantu dengan pemberian biofertilizer yang mengandung bakteri fiksasi nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan mikroba dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan frekuensi pemberian biofertilizer terhadap kadar klorofil bibit sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Penelitian terdiri atas 2 perlakuan kontrol dan 8 perlakuan uji. Seri dosis biofertilizer yaitu 20, 40, 60, dan 80 mL/tanaman dengan frekuensi pemberian 1 minggu sekali dan 2 minggu sekali. Mikroba dalam biofertilizer terdiri atas Azotobacter chroococum, Azospirillum brasilense, Rhizobium leguminosarum, Bacillus subtilis, B. megaterium, B. licheniformis, Pseudomonas fluorescens, P. putida, Cellvibrio mixtus, Cellulomonas cellulans, Cytophaga saccharophila, Lactobacillus plantarum, dan Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu arah dengan uji lanjutan yaitu uji Duncan dan uji Brown –Forsythe dengan uji lanjutan Gomes Howell pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis dan frekuensi biofertilizer  berpengaruh nyata dalam  peningkatan kadar klorofil daun. 

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here