z-logo
open-access-imgOpen Access
PERANAN KEBERAGAMAN BUDAYA MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS SURABAYA DALAM MEMAHAMI ETIKA PROFESI AKUNTAN PUBLIK
Author(s) -
Eveline Suryani
Publication year - 2017
Publication title -
calyptra
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2302-8203
DOI - 10.24123/jimus.v5i2.3082
Subject(s) - humanities , sociology , philosophy
Abstrak - Dalam persaingan pasar bebas, bukan hanya di butuhkan tenaga kerja yang memiliki segudang ilmu pengetahuan akan tetapi juga memiliki etika yang baik, terutama bagi seorang auditor. Selain kemahiran dalam mengaudit, etika seorang auditor juga menjadi hal yang penting, sebab auditor merupakan penyedia jasa. Etika seseorang dapat dipupuk sejak dalam bangku perkuliahan, baik melalui pengajaran dan juga praktek. Universitas Surabaya bukan hanya mengajari teori bagaimana menjadi seorang auditor, tetapi juga praktek melalui tugas-tugas yang diberikan. Etika dalam diri seorang dapat dipengaruhi oleh budaya. Budaya merupakan hal yang dapat dipelajari sehingga seseorang dapat berubah karena pengaruh budaya. Di Universitas Surabaya terdapat dua budaya yang dominan, yaitu Jawa dan Tionghoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keberagaman budaya Jawa dan Tionghoa berperang dalam pemahaman etika profesi mahasiswa akuntansi Universitas Surabaya. Kata kunci: Budaya dan Akuntansi, Peranan Budaya dalam Etika Akuntansi, Etika Akuntansi Abstract -  In free-market competition, not just in need of Labro which has a myriad of science but also has good ethics, especially dor an auditor. In additon to proficiency in an ethics audit, the auditor also becomes and important thing, because the auditor is the service provider. Ethics can one nurtured since in bench lectures, wheter through teaching and also practice. University of Surabaya is not just to teach the theory of how to become an auditor, but also practice through the task-the task given. Ethics in a can be influenced by culture. Culture is a thing that can be learned so that one can change due to cultural influence. At the University of Surabaya, there are two dominant culture; namely Chinese and Javanese. This research aims to find out how gender and cultural diversity and the Chinese role in the understanding of the ethics of the profession of accountancy student University of Surabaya. Keyword: Culture and Accounting, Role of Culture in Accounting Ethics, Ethics of Accounting

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here