z-logo
open-access-imgOpen Access
BURUH DI SENEMBAH MAATCHAPPIJ 1889-1939
Author(s) -
Lister Eva Simangunsong,
Tegar Giri Suharseno
Publication year - 2017
Publication title -
puteri hijau/puteri hijau
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
eISSN - 2684-9607
pISSN - 2460-5786
DOI - 10.24114/ph.v2i1.9086
Subject(s) - humanities , art
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan kehidupan buruh di Senembah Maatschappij pada tahun 1889 sampai dengan tahun 1939. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Sejarah dengan Liblary Research untuk mengumpulkan data berupa litelatur, arsip dan dokumentasi. Metode Sejarah menguji dan menganalisa secara kritis data rekaman dan peninggalan sejarah melalui empat tahapan yaitu Heuristik, kritik sumber, interpretasi kemudian penyajian hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan. Keadaan kehidupan buruh yang sulit dikarenakan diberlakukannya Koeli Ordonnantie yang menerapkan Poenale Sanctie bagi para buruh (kuli). Kehidupan buruh tampaknya semakin membaik, karena direktur utama Senembah Maatchappij masa itu C.W. Janssen menaruh perhatian dengan nasib buruh dengan memberikan buruh tempat tinggal, pesangon bagi pensiunan buruh, pendidikan bagi anak-anak buruh yang menggunakan bahasa Jawa sebagai pengantar, dan fasilitas kesehatan bagi para buruh. Tan Malaka pernah bekerja sebagai guru serta bertugas mengawasi kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh Senembah Maatschappij menulis adanya “Kampung Potekim” yaitu kampung yang sengaja dibuat untuk menunjukkan tingginya kesejahteraan buruh di Senembah Maatschappij. Merupakan fakta yang sangat menarik jika kesejahteraan buruh ternyata hanyalah sebuah pencitraan belaka.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here