z-logo
open-access-imgOpen Access
Minoritas Muslim di China: Perkembangan, Sejarah Dan Pendidikan
Author(s) -
Ismail Suardi Wekke,
Rusdan Rusdan
Publication year - 2018
Publication title -
ijtimaiyya /ijtimaiyya
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2614-6215
pISSN - 1979-052X
DOI - 10.24042/ijpmi.v10i1.2359
Subject(s) - humanities , china , art , political science , law
Terdapat bebeberapa teori tentang masuknya agama Islam di China. Perbedaan pendapat tersebut disebabkan oleh kurangnya data yang valid yang ditemukan dilapangan tentang kapan dan dimana pertama kali Islam menyebar di negeri itu.Menurut Jean A. Berli dalam bukunya Islam in China menjelaskan,masuknya Islam di China berlangsung pada abad ke-8.Sedangkan apabila berdasarkan pada catatan Chen Yuen dan catatan resmi dari Dinasti Tang menunjukkan bahwa Khalifah Utsman bin Affan sudahmengirim utusan ke China sejak abad ke-7, tepatnya tahun 30 H/651 M. Kedatangan Islam lebih dari 10 abad yang lalu tentu sedikit banyak memberikan dinamika tersendiri bagi perkembangan China. Meski sebagai minoritas, umat Islam di China selalu melibatkan diri dalam proses dealektika sejarah berdirinya negeri tersebut. Bahkan tokoh revolusionis yang membawa China dari pemerintahan tiran (Dinasti Manchu) menuju negara Republik Demokratis adalah seorang tokoh Islam yang bernama Sun Yat Sen. Hadirnya Sun Yat Sen dan tokoh-tokoh muslim penting lainya tidak lepas dari kegigihan umat Islam dalam membangun peradaban mereka melalui kultur, sosial, budaya dan pendidikan yang mereka perjuangkan selama berabad-abad. Di sadari atau tidak, kegigihan umat Islam inilah yang secara tidak langsung juga ikutserta dalam menentukkan arah gerak masa depan China yang sekarang ini. 

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here