z-logo
open-access-imgOpen Access
MEWASPADAI MISKONSEPSI NILAI BUDAYA DALAM PELAKSANAAN KONSELING INDIVIDUAL
Author(s) -
Amirah Diniaty
Publication year - 2018
Publication title -
educational guidance and counseling development journal
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2615-3661
pISSN - 2614-8358
DOI - 10.24014/egcdj.v1i1.4826
Subject(s) - psychology , humanities , art
Perbedaan budaya antara klien dan konselor akan menjadi penghambat tercapainya konseling yang efektif jika konselor tidak mewaspadai miskonsepsi dan terjadinya kesalahpahaman terhadap nilai budaya klien. Miskonsepsi tersebut dapat berupa culturally encalsulated, overculturalizing, rasisme dan proses akulturasi klien. Konselor perlu memahami dan memiliki wawasan budaya yang cukup dan mempelajari keterkaitanya dengan perilaku klien. Salah satu model perspektif lintas budaya yang dapat dipakai konselor dalam mencegah terjadinya miskonsepsi nilai budaya adalah model McFadden. Model ini menekankan perlunya konselor menguasai pengetahuan akan budaya klien, memahami etnik, ras, performa, percakapan, tingkah laku kelompok sosial dari klien agar bisa memiliki komunikasi yang bermakna, dan penggunaan pendekatan konseling yang tepat.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here