
PERUBAHAN MORFOLOGI KAWASAN DUSUN SUKUNAN DI YOGYAKARTA
Author(s) -
Kuri Alfred Sampari Amsamsyum
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal arsitektur komposisi
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2656-551X
pISSN - 1411-6618
DOI - 10.24002/jars.v12i1.1646
Subject(s) - geography , tourism , population , humanities , sociology , demography , art , archaeology
Sukunan village officially became "Kampung Wisata Lingkungan" on January 19, 2009. Morphology changes Sukunan village continues from 2003 until 2015. Research on Sukunan village is very useful to know how the morphological changes in Sukunan village and what factors are influential. The method used in this research is analytical descriptive with qualitative approach through field observation, documentation, depth interview, area mapping and literature study. Analysis method used tissue analysis method to find the morphological changes of Sukunan village. Researchers found that morphological changes were influenced by increasing numbers of inhabitants coupled with the number of new buildings increasing randomly in all directions and irregular and causing narrowing of farmland. In addition, the number of tourist visits increased from 2010 to 2015 leading to new economic growth in Sukunan village which was seen in the addition of new buildings in the form of kiosks, shops and other commercial buildings, including the addition of public buildings supporting village tourism activities.Keyword: morfology, Sukunan village, population increase, tourism activitiesAbstraksi: Dusun Sukunan resmi menjadi "Kampung Wisata Lingkungan" pada tanggal 19 Januari 2009. Perubahan Morfologi dusun Sukunan terus berlangsung dari tahun 2003 sampai tahun 2015. Penelitian pada dusun Sukunan sangat bermanfaat untuk mengetahui bagaimana perubahan morfologi pada dusun Sukunan dan faktor-faktor apa yang berpengaruh. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara mendalam, pemetaan kawasan dan studi kepustakaan. Metode Analisis digunakan metode analisis tissue untuk menemukan perubahan morfologi dusun Sukunan. Peneliti menemukan perubahan morfologi dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang meningkat dibarengi dengan jumlah bangunan baru bertambah secara acak ke segala arah dan tidak beraturan dan menyebabkan penyempitan lahan hunian. Selain itu, jumlah kunjungan wisata meningkat dari tahun 2010 sampai tahun 2015 menyebabkan pertumbuhan ekonomi baru di dusun Sukunan yang terlihat pada tambahnya bangunan-bangunan baru berupa kios, toko dan bangunan komersil lainnya, termasuk penambahan bangunan publik pendukung aktifitas wisata dusun.Kata Kunci: morfologi, dusun Sukunan, pertumbuhan penduduk, aktifitas wisata.