z-logo
open-access-imgOpen Access
Peran Insinyur dalam Rangka Menaikan Daya Saing Industri Karet dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam Indonesia
Author(s) -
Wema Augustia Ermalasari
Publication year - 2022
Publication title -
prosiding seminar nasional insinyur profesional
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
ISSN - 2828-5794
DOI - 10.23960/snip.v2i1.80
Subject(s) - physics , dpph , chemistry , food science , humanities , antioxidant , art , organic chemistry
Pada Industri Karet khususnya pada Industri Ban yaitu menggunakan 75% bahan baku yang mengandung kimia karet Import (BR,ZNO,Stearic Acid, N330, Accelerator, MBTS, MBT, Wax, RPO, Pine Tar Oil, Homogenizing Agent, Antioxidant TMQ/I, Antioxidant SPC, Antioxidant 6PPD) dan 25% mengandung bahan baku local 9karet alam, kaolin & sulfur) sehingga harga yang tertekan adalah harga bahan baku local ini tidak dapat diupgrade karena 75% cost produksi bahan baku import. Bahan baku ini terkait dengan dollar maka selalu ada kenaikan harga. Oleh karena itu kami menanfaatkan Sumber Daya Alam Indonesia untuk memproduksi Karet Antioksidan (Antiox-TMQ) yang mengganti produk import. Yang mana karet antioksidan ditentukan oleh nilai Aktifitas Antioksidan (IC50) yaitu konsentrasi antioksdian yang dibutuhkan untuk meredam 50% radikal bebas, DPPH dalam pengujian berlaku sebagai radikal bebas. Aktifitas Antioksidant semakin kecil (Nilai IC50) berarti semakin bagus karena dalam penggunaannya hanya sedikit sudah mampu meredam radikal bebas, sehingga produk yang dihasilkan dalam kondisi stabil. Antioksidan merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi. Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak produk. Karena radikal bebas dapat merusak dan terjadinya perubahan properties seperti (Hardness, Tensile Strength, Elongation dan blooming(jamur).

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here