
Pengaruh Rasio Biji terhadap Pelarut dan Waktu Ekstraksi terhadap Yield dan Kualitas Minyak Biji Alpukat
Author(s) -
Novia Mehra Erfiza,
Ryan Moulana,
Desy Wulandari,
Satriana Satriana,
Muhammad Dani Supardan
Publication year - 2016
Publication title -
jurnal rekayasa kimia and lingkungan
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2356-1661
pISSN - 1412-5064
DOI - 10.23955/rkl.v11i1.3771
Subject(s) - physics
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio biji alpukat terhadap pelarut dan waktu ekstraksi pada proses ekstraksi minyak biji alpukat menggunakan pelarut n-heksan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan pola faktorial terdiri atas 2 faktor yang masing-masing terdiri dari 3 taraf dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah rasio biji alpukat terhadap pelarut yaitu 1:5, 1:10 dan 1:15 (g/mL), sedangkan faktor kedua adalah waktu ekstraksi yaitu 120, 150, dan 180 menit. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan rasio bahan terhadap pelarut tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap yield dan bilangan asam. Sementara itu, perlakuan waktu ekstraksi berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap yield minyak biji alpukat, dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bilangan asam. Yield tertinggi (2,23%) diperoleh dari sampel minyak pada perlakuan rasio bubuk biji alpukat terhadap pelarut 1:5 dan waktu ekstraksi 120 menit dengan aktivitas antioksidan 62,87%, serta nilai viskositas dan densitas masing-masing yaitu 13,5 cP dan 0,96 g/mL. Asam lemak oleat merupakan komponen terbesar dalam minyak biji alpukat.