z-logo
open-access-imgOpen Access
Mimikri dan Hibriditas Novel Para Priyayi (Kajian Poskolonial)
Author(s) -
Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal penelitian dan pengembangan sains and humaniora/jurnal penelitian dan pengembangan sains dan humaniora
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2615-4501
pISSN - 1979-7095
DOI - 10.23887/jppsh.v2i2.15972
Subject(s) - genius , philosophy , political science , humanities , art , literature
: Praktik koloniaslisme di tanah air yang berlangsung selama tiga setengah abad telah membawa banyak perubahan mendasar pada garis-garis kultural bangsa Indonesia, sebagai bangsa terjajah. Hal ini kemudian tergambar jelas dalam karya sastra poskolonial yang terbit kala itu, termasuk novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Pendeskripsian realitas fiksi dan realitas historis tersebut telah memunculkan pola mimikri dan hibriditas. Berdasarkan pengkajian dengan metode hermeutika dan deskriptif berhasil diungkap beberapa hal berikut. Pertama, gejala mimikri yang muncul dalam novel Para Priyayi setidaknya mencakup tiga hal , yaitu (1) mimikri dalam berbahasa; (2) mimikri sebagai penyesuaian etika dan kategori ideal; (3) dan local genius mimikri. Kedua, gejala hibriditas muncul dalam lingkungan sekolah, birokrasi kepemimpinan, dan pendirian sekolah dan perhimpunan organisasi-organisasi pemuda.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here