
Analisis Implementasi Pembelajaran di Sekolah Dasar pada Pengembangan Model Advance Organizer berbasis Pendekatan Open Ended untuk Meningkatkan Penalaran Siswa
Author(s) -
Joko Sulianto,
Sunardi Sunardi,
Sri Anitah,
Gunarhadi Gunarhadi
Publication year - 2019
Publication title -
international journal of elementary education
Language(s) - Bosnian
Resource type - Journals
eISSN - 2579-7158
pISSN - 2549-6050
DOI - 10.23887/ijee.v3i4.21312
Subject(s) - humanities , psychology , art
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendekripsikan pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar. Fokus penelitian adalah implementasi pembelajaran kurikulum 2013, mengimplementasikan model pembelajaran yang diperkenalkan pada kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan yang difokuskan pada tahap studi pendahuluan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kota semarang dengan melibatkan 45 responden dari satuan pendidikan dasar. Data diperoleh dengan membagikan angket kepada responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclusion, drawing/verification. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan pendidikan dasar telah mengimplementasikan pembelajaran pada kurikulum 2013, meskipun masih perlu ditingkatkan kualitasnya. Pemahaman guru-guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang diperkenalkan dalam kurikulum 2013 juga baik, pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan berpusat pada peserta didik, (2) Implementasi K13 berjalan dengan baik, meskipun pada awalnya guru harus menyesuaikan dengan perubahan pola mengajar dan perangkat pembelajaran, dengan adanya diklat dan pelatihan-pelatihan sangat membantu, (3) Model yang diperkenalkan pada kurikulum 2013 telah membantu dalam peningkatan kemampuan bernalar siswa, akan tetapi perlu ditingkatkan kualitas pembelajarannya, (4) pembelajaran harus berpusat pada siswa, guru sebagai fasilitator, bahwa pembelajaran harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari tahu penyelesaian sebuah persoalan atau berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, (5) model pembelajaran yang mudah diimplementasikan, model yang memberikan kesempatan kepada siswa mengemukakan ide atau gagasan, dan memfasilitasi siswa berikir kritis, model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bernalar, aktif dalam pembelajaran menyampaikan ide dan argumentasi atau memberikan alasan-alasan.