
PARTISIPASI ORANG TUA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PAUD DI SPS CAHAYA HATI
Author(s) -
ela nurhasanah
Publication year - 2018
Publication title -
comm-edu
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
eISSN - 2622-5492
pISSN - 2615-1480
DOI - 10.22460/comm-edu.v1i2.804
Subject(s) - humanities , physics , art
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) partisipasi orang tua terhadap pelaksanaan program PAUD, (2) faktor pendukung dan faktor penghambat partisipasi orang tua terhadap pelaksanaan program PAUD di SPS Cahaya Hati”.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan mengambil lokasi penelitian di “SPS Cahaya Hati”. Subyek penelitian ini adalah orangtua anak didik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrumen utama dalam melakukan penelitian yang dibantu oleh pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, menampilkan data, dan verifikasi data. Trianggulasi yang dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi orang tua, meliputi: bentuk partisipasi orang tua yaitu memberikan sumbangan tenaga fisik, sumbangan finansial, sumbangan material, sumbangan material, sumbangan moral, dan sumbangan dalam mengambil keputusan; keterlibatan orang tua, hasil partisipasi yaitu seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga berjalan lancer; dan dampak hasil partisipasi yaitu pelaksanaan program PAUD lancar; 2) faktor pendukung berasal dari penyelenggara PAUD yang memberikan pelayanan pendidikan bagi ibu, struktur organsisasi yang tertata rapi, pendidik dan pengelola memahami arti pentingnya keterlibatan orang tua dalam program pendidikan anak usia dini, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dan ikut serta orang tua membantu lembaga dalam hal materiil maupun non materiil. Faktor penghambat yaitu masih adanya orang tua yang menunggu anaknya di dalam kelas, orang tua yang sibuk bekerja sehingga tidak bisa mengikuti pendidikan ibu dan adanya orang tua yang menyerahkan stimulasi perkembangan anaknya pada lembaga PAUD.