
Efektivitas Konseling Antenatal Care dalam Menekan Kejadian Baby Blues pada Pasien Postpartum
Author(s) -
Margareta Habibah,
Haderiansyah Haderiansyah,
Andri Setiawan,
Marhaeni Fajar Kurniawati
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal sains sosio humaniora
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-2305
pISSN - 2580-1244
DOI - 10.22437/jssh.v5i1.14147
Subject(s) - gynecology , medicine , humanities , art
Wanita rentan terhadap beberapa masalah kesehatan setelah kehamilan dan persalinan, yang dapat membuat hidupnya sebagai ibu baru menjadi lebih sulit. Ada banyak perubahan yang terjadi selama kehamilan, baik hormon maupun perubahan bentuk tubuh. Setiap ibu atau wanita pasti mempunyai reaksi emosi yang berbeda-beda dalam menghadapi masa hamil, persalinan, dan nifas. Baby Blues termasuk depresi ringan yang terjadi pada ibu-ibu setelah melahirkan, di mana ibu ini merasa sedih yang hebat tanpa sebab yang jelas, dan disertai dengan gejala penyertanya. Antenatal care yang memadai oleh penyedia layanan kesehatan profesional telah terbukti tidak hanya untuk mengurangi morbiditas dan kematian ibu, janin dan bayi tetapi juga untuk meningkatkan status kesehatan dan perilaku pengasuhan ibu setelah anak lahir. Puskesmas Tirtajaya adalah salah satu pusat kesehatan masyarakat yang berada di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut yang memberikan pelayanan kesehatan dasar salah satunya dalah program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang meliputi pelayanan antenatal care (ANC), Persalinan normal, perawatan postpartum dan pelayanan bayi baru lahir, kesehatan anak dan pelayanan kontrasepsi serta kesehatan reproduksi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan survey yaitu suatu cara penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan obyek yang biasanya cukup banyak dalam waktu tertentu menggunakan tehnik wawancara, dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui efektivitas konseling ANC dalam menekan kejadian baby blues pada pasien postpartum. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang bersalin di Puskesmas Tirtajaya.Adapun jumlah sampel dalam penelitian yaitu ibu yang bersalin pada bulan Maret dan April 2021 yaitu sebanyak 10 orang. Hasil penelitian yang dilakukan pada ibu postpartum di Puskesmas Tirtajaya bahwa Skor ibu postpartum yang menyatakan konseling ANC efektif dalam menekan kejadian baby blues pada masa postpartum lebih tinggi yaitu sebanyak 9 orang atatu 90 % dibandingan dengan yang mneyatakan tidak efektif yaitu hanya 1 orang atau sebesar 10 % dan Karakteristik ibu postpartum yang mempengaruhi kejadian depresi postpartum adalah tingkat pendidikan sedangkan variabel usia, paritas, ekonomi, dan dukungan sosial tidak mempengaruhi kejadian depresi pada ibu postpartum.