z-logo
open-access-imgOpen Access
TINJAUAN SOSIOLOGI LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN ADAT DI DESA BARU PANGKALAN JAMBU KABUPATEN MERANGIN PROPINSI JAMBI
Author(s) -
Idris Sardi
Publication year - 2012
Publication title -
jurnal ilmiah sosio ekonomika bisnis/jurnal ilmiah sosio-ekonomika bisnis
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2621-1246
pISSN - 1412-8241
DOI - 10.22437/jiseb.v13i1.288
Subject(s) - forestry , physics , geography
Dewasa ini, pembahasan masalah-masalah lingkungan cukup mendominasi diskusi-diskusi dari berbagai kalangan yang kemudian dikait-kaitkan dengan masalah kerusakan hutan. Hal ini kemudian mendorong munculnya berbagai pemikiran yang melahirkan berbagai macam konsep pengelolaan hutan, termasuk mengadopsi praktek-praktek pengelolaan hutan oleh masyarakat desa terutama yang bermukim di sekitar hutan. Tulisan ini mencoba menyajikan potret pengelolaan hutan oleh masyarakat desa melalui pendekatan sosiologi lingkungan yang mencakup dimensi material, ideologi, dan praktek pengelolaan hutan adat. Dimensi material pengelolaan hutan adat terpola dari enam macam kebutuhan masyarakat terhadap hutan, yaitu : kebutuhan terhadap hasil hutan untuk bahan dasar pembuatan kincir, kebutuhan terhadap hutan untuk akses perluasan lahan pertanian, kebutuhan terhadap hasil hutan untuk bahan dasar meramu obat-obatan tradisional, kebutuhan hasil hutan untuk dijadikan bahan dasar bangunan, kebutuhan terhadap hasil untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar (kayu bakar), dan kebutuhan terhadap hasil hutan utuk dikonsumsi dan dijual. Kerangka ideologis yang dikembangkan dalam pengelolaan hutan adat merupakan perwujudan dari nilai-nilai konservatif dan nilai-nilai religius serta nilai-nilai ekonomis dalam melihat keberadaan sumberdaya hutan. Kerangka ideologis pengelolaan hutan di Desa Baru Pangkalan Jambu lebih didominasi oleh perwujudan nilai-nilai ekonomis. Jika ditelusuri ke belakang, kerangka ideologis ini telah mengalami pergeseran dari mekanisme pengelolaan kawasan hutan seperti yang telah dilakukan sebelum kemunculan hutan adat. Pada tatanan praktek, masyarakat sudah membentuk organisasi pengelola, membangun jaringan pengelolaan, dan merumuskan beberapa aktivitas pengelolaan yang mencakup aspek pengaturan, perlindungan, dan pelestarian.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here