z-logo
open-access-imgOpen Access
PENGARUH PERBEDAAN LETAK GEOGRAFI TERHADAP POLA PRODUKSI TAHUNAN TANAMAN KARET
Author(s) -
Junaidi Junaidi
Publication year - 2015
Publication title -
warta perkaretan/warta pusat penelitian karet
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2503-5207
pISSN - 0852-8985
DOI - 10.22302/ppk.wp.v34i2.255
Subject(s) - physics , horticulture , forestry , biology , geography
Produktivitas tanaman karet (Hevea brasiliensis)dipengaruhi oleh sifat iklim pada suatu kawasan. Faktor iklim mencakup curah hujan dan distribusinya, suhu, panjang penyinaran, evaporasi, dan kecepatan angin. Perbedaan iklim berkaitan dengan letak geografi suatu kawasan. Umumnya, negara penghasil karet alam yang berada di utara khatulistiwamemiliki pola produksi rendah pada bulan Februari – April dan produksi tertinggi pada bulan Oktober – Desember, sedangkan kawasan yang berada di selatan khatulistiwa memiliki pola produksi rendah pada bulan Agustus – Januari danproduksi tinggi terjadi pada bulan Februari – Juli. Peningkatan produksi umumnya terjadi pada musim hujan dan penurunan produksi disebabkan adanya siklus gugur daun, pembentukan daun, pembungaan, dan pembentukan buah. Faktor iklim yang dapat menjadi sebagai faktor pembatas produksi dapat diantisipasi dengan pendenkatan kultur teknis budidaya seperti spesifikasi klon dan penerapan teknologi budidaya.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here