
Penggunaan Sistem Penjaring Informasi Hoaks dalam Menerapkan Pendidikan Anti-Hoaks bagi Guru di Masa Pandemi COVID-19
Author(s) -
Rahmi Ramadhani,
Abdul Meizar,
Dwi Ardiyanti
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal solma
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
eISSN - 2614-1531
pISSN - 2252-584X
DOI - 10.22236/solma.v9i2.5423
Subject(s) - humanities , philosophy
Permasalahan yang dialami sekolah mitra diperoleh melalui observasi dan wawancara, diantaranya guru mitra mengalami kesulitan dalam mencari sumber referensi pembelajaran yang valid dan terpercaya untuk digunakan dalam materi pembelajaran selama proses pembelajaran daring. Guru mitra juga sering memperoleh tautan yang mengandung informasi yang belum dapat dipercaya dan dikhawatirkan masuk dalam kategori informasi hoaks. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim PKM melaksanakan kegiatan program kemitraan masyarakat dengan tujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penerapan sistem penjaring informasi hoaks sebagai upaya untuk menerapkan pendidikan anti-hoaks bagi guru-guru selama proses pembelajaran jarak jauh berbasis daring di masa pandemi COVID-19. Jumlah peserta kegiatan PKM ini adalah sebanyak 28 orang guru.Target luaran kegiatan PKM ini adalah (1) terdapat peningkatan dan pemahaman para guru terkait informasi hoaks yang bererdar di media sosial maupun media berita online lainnya; (2) terdapat peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi sistem penjaring informasi hoaks yang telah dirancang oleh Tim PKM; (3) peningkatan keterampilan guru dalam melakukan proses penjaringan informasi hoaks menggunakan aplikasi dan melakukan proses pengecekan terkait informasi yang diperoleh melalui penelusuran online; serta (4) peningkatan motivasi dan semangat guru dalam menerapkan Pendidikan anti-hoaks dalam proses pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi COVID-19. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini adalah (1) para guru mampu melakukan pemilihan informasi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran jarak jauh; (2) para guru mampu menggunakan aplikasi sistem penjaring informasi hoaks; dan (3) para guru mampu menerapkan Pendidikan anti-hoaks dalam proses pembelajaran baik selama masa pandemic COVID-19 maupun masa New Normal.