
POTENSI JAMUR TIRAM PUTIH ( QTRAMETES SP.) KAYA LAKASE UNTUK BIOMODIFIKASI MODEL LIMBAH OBAT INDUSTI FARMASI
Author(s) -
Yusnidar Yusuf,
Fitriani Fitriani,
Fitri Yuniarti
Publication year - 2019
Publication title -
prosiding kolokium doktor dan seminar hasil penelitian hibah
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-4758
pISSN - 2549-0974
DOI - 10.22236/psd/11412-42487
Subject(s) - physics , nuclear chemistry , chemistry
Proses sintesis kimia dari industri farmasi menghasilkan air limbah yang memiliki karakter bervariasi. Pembuangan bahan limbah seperti obat yang tidak digunakan lagi, fasilitas untuk produksi farmasi, limbah rumah sakit,ini merupakan sumber polutan. Lakase (EC.1.10.3.2) merupakan enzim oksidoreduktase, termasuk dalam kelompok enzim yang disebut protein tembaga biru (blue copper protein), protein enzim ini mengandung logam tembaga katalitik, yang dapat mengikat oksigen molekuler dan dapat mengoksidasi substrat kaya elektron yang berasal dari fenolik dan non-fenolik dengan air dengan mekanisme reaksi katalis-radikal. Lakase terdapat pada tanaman tingkat tinggi yang sudah lapuk, seperti halnya jamur, bakteri dan serangga, dan kelompok yang paling banyak ditemukan dari enzim hingga saat ini berasal dari jamur, memiliki fungsi lakase yang beragam. Model kimia yang dipilih untuk penelitian ini adalah diklofenak dan ibuprofen, karena merupakan obat yang muncul dengan frekuensi terbanyak dalam analisis air limbah akibat konsumsi yang digunakan sebagai anti-inflamasi dan analgesik. Isolasi parsial enzim lakase menggunakan garam amunium sulfat, aktivitas enzim lakase diuji potensinya sebagai katalis reaksi biodegradasi limbah farmasi. Sampel sebagai bahan aktif secara umum dievaluasi dengan secara eksperimental untuk melihat degradasi biologis sederhana, yaitu menggunakan lakase mentah dari spesies Trametes. Hasil optimal dicapai sebagai enzim mentah dengan cara diendapkan menggunakan aseton dengan kadar 60%; aktivitas spesifik ditemukan menjadi 0,67 (unit / mg), dan menunjukkan dapat dimanfaatkan untuk menangani pengurangan bahan limbah farmasi berbahaya. Biomodifikasi sangat diharapkan untuk dilakukan pada penelitian selanjutnya karena memiliki efek positif yang dapat menurunkan tingkat toksisitas dari obat-obatan yang terdapat sebagai limbah.