z-logo
open-access-imgOpen Access
IDENTIFIKASI MULTI BAHAYA DI AREA PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH DENGAN METODE VISUS DI JAKARTA
Author(s) -
Wira Fazri Rosyidin,
Siti Dahlia
Publication year - 2019
Publication title -
prosiding kolokium doktor dan seminar hasil penelitian hibah
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2580-4758
pISSN - 2549-0974
DOI - 10.22236/psd/11384-39385
Subject(s) - physics , forestry , geography
enelitian dilakukan di Provinsi DKI Jakarta dengan fokus area sekolah. Saat ini, Jakarta adalah daerah ibukota dengan potensi risiko tinggi terhadap multibencana. Sebagai ibukota, Jakarta memiliki banyak sekolah. Namun, ada banyak potensi bahaya dan elemen risiko di setiap sekolah. Penelitian ini dilakukan di SMP Muhammadiyah 36 Duren Sawit Jakarta Timur dan SMA Muhammadiyah 3 Jakarta Selatan. Unsur yang berisiko di sekolah adalah manusia, bangunan, kendaraan dan lainnya. Metode yang digunakan VISUS. VISUS adalah Inspeksi Visual untuk Strategi Peningkatan Keselamatan, yaitu cara mengidentifikasi bahaya di bidang pendidikan untuk keselamatan dengan fokus pada bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Penglihatan mengidentifikasi visibilitas area fisik. Penilaian bahaya fokus pada gempa bumi, banjir, dan kebakaran. Tahapan mengamati adalah mempersiapkan, survei, dan input data. Proses survei di sekolah memiliki tiga tujuan, yaitu mengidentifikasi lokasi sekolah, area sekitar, bangunan di dalam dan di luar. Proses identifikasi dilakukan oleh surveyor yang telah mendapatkan sertifikasi dari UNESCO. Para surveyor yang menggunakan dukungan aplikasi VISUS yang dikembangkan oleh UNESCO untuk mengidentifikasi semua item fokus di sekolah. Hasilnya adalah SMP Muhammadiyah 36, dan SMA muhammadiyah 03 merupakan daerah aman terhadap bahaya banjir, dan penurunan daratan. Akan tetapi, potensial terhadap bahaya gempa dan kebakaran. Sekolah belum adanya peringatan dini terhadap bahaya sehingga potensial tingginya risiko.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here