
Pemanfaatan Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Menjadi Roti Tinggi Serat dan Yodium
Author(s) -
Puti Anggraini
Publication year - 2018
Publication title -
argipa/argipa (arsip gizi dan pangan)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2579-888X
pISSN - 2502-2938
DOI - 10.22236/argipa.v3i1.2921
Subject(s) - physics , food science , biology
Konsumsi sayur dan buah masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Rendahnya konsumsi ini yang menyebabkan belum terpenuhinya kecukupan serat yang dianjurkan khususnya pada kelompok dewasa. Rumput laut merupakan pangan lokal yang mengandung serat dan yodium yang cukup tinggi dan cocok untuk dijadikan sebagai pangan olahan sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan serat harian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemanfaatan rumput laut menjadi roti tinggi serat dan yodium. Penelitian ini menggunakan tiga taraf perlakuan yaitu 10% (931), 20% (875), dan 30% (108) yang kemudian dilakukan uji organoleptik pada panelis semi terlatih untuk mendapatkan formula roti terbaik. Hasil rendemen tepung rumput laut diperoleh sebesar 4,5% dengan tingkat kehalusan 80 mesh. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Data dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test. Roti tawar terbaik kemudian dianalisis proksimat, serat pangan total, dan yodium. Kandungan serat pangan total dianalisis menggunakan metode enzimatik sedangkan kandungan yodium dianalisis menggunakan metode HPLC. Hasil menunjukkan formula roti tawar rumput laut yang paling disukai adalah roti tawar dengan komposisi 10% tepung rumput laut dan 90% tepung terigu. Skor akhir uji hedonik adalah 32,33 dan hasil pengukuran daya kembangnya yaitu 88,69%. Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p 6g/100g). Kandungan yodium sebesar 54,99 mcg/100 gram dan telah memenuhi klaim tinggi yodium (>45 mcg/100g).