
PERSEPSI KELUARGA TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF
Author(s) -
Diah Hermayanti
Publication year - 2012
Publication title -
saintika medika
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2614-476X
pISSN - 0216-759X
DOI - 10.22219/sm.v6i1.1007
Subject(s) - psychology , political science
Latar belakang : Gizi buruk berkaitan dengan tingginya kematian bayi dan balita. UNICEF melaporkan, sebanyak 30.000 kematian bayi di Indonesia dan 10 juta kematian anak balita di dunia pada tiap tahunnya, bisa dicegah melalui pemberian Air Sus u Ibu (ASI) secara eksklusif. Namun, kesadaran ibu untuk untuk me mberikan ASI eksklusif di Indonesia baru sebesar 14 persen. Tujuan penelitian : (1) mengetahui persepsi suami, istri, nenek dan ka kek terhadap pemberian ASI eksklusif; (2) mengetahui penerapan pemberian ASI eksklusif pada bayi; (3) merumuskan pemberdayaan masyarakat berbasis gender untuk mengantisipasi kasus gizi buruk. Metode penelitian : penelitian deskriptif, dengan tehnik pengambilan data purposive random sampling . Hasil penelitian dan diskusi : (1) Ibu yang mengetahui manfaat Asi eksklusif dengan benar adalah 8,5 % di antara 95 % ibu yang mengatakan mengetahui manfaat Asi eksklusif, sedangkan ayah 5 % di antara 78 %, tidak ada seorangpun dari nenek dan kakek di antara 38 % nenek dan 60 % kakek yang mengatakan mengetahui manfaat Asi eksklusif. Data-data in i menunjukkan bahwa persepsi tentang Asi eksklusif oleh perempuan dan laki-laki sama-sama masi h rendah; (2) Pemberian Asi eksklusif dilaksanakan oleh 66 % ibu; (3) Perumusan pemberdayaan masyarakat berbasis gender untuk mengantisipasi kasus gizi buruk adalah dengan upaya-upaya meningkatkan persepsi wanita itu sendiri dan keluarganya tentang manfaat Asi eksklu sif untuk kepentingan status kesehatan bayinya. Kesimpulan : persepsi keluarga tentang manfaat Asi eksklusif masih rendah , sehingga pemberdayaan untuk mengantisipasi kasus gizi buruk adalah dengan meningkatkan persepsi baik wanita itu sendiri maupun keluarganya. Kata kunci : Asi eksklusif, pemberdayaan masyarakat, gender