
request strategies in Pride and Prejudice movie
Author(s) -
desi ratna sari
Publication year - 2017
Publication title -
jurnal kata
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2502-0706
DOI - 10.22216/jk.v1i1.1746
Subject(s) - humanities , pride , center (category theory) , psychology , art , philosophy , theology , chemistry , crystallography
Request Strategies in Pride and Prejudice MovieDesi Ratna Sari* STBA Haji Agus Salim Bukittinggi Email: jalman_syarif@yahoo.com Penelitian ini menjabarkan tentang penggunaan strategi meminta (request strategy) oleh karakter dalam film Pride and Prejudice yang dirilis pada tahun 2005. Data berasal dari ujaran-ujaran yang mengandung maksud meminta baik oleh pemain utama ataupun pemain pendukung. Pada pengumpulan data, penulis menggunakan metode simak bebas libat cakap. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan pragmatik dan dalam penyajian data digunakan metode formal dan informal. Teori yang digunakan adalah teori request oleh Blum-Kulka, House dan Kasper (1989) dan teori SPEAKING Hymes (1972). Blum-Kulka, House dan Kasper membagi strategi meminta ke dalam 9 tipe yaitu: mood derivable, explicit performative, hedged performative , locution derivable, want statement, suggestory formula, preparatory, strong hints dan mild hints . Hasil analisis menunjukkan ada 7 strategi yang digunakan dengan rincian strong hint (6), preparatory (5), mood derivable (5), want statements (5), mild hints (3), hedged performative (1), locution derivable (1). Strategi yang tidak digunakan yaitu: suggestory formula dan explicit performative .. Strategi yang paling banyak digunakan adalah strong hint. Hal ini mencerminkan budaya orang Inggris pada waktu itu yang memelihara norma kesopanan dalam berbahasa. Kata kunci : konteks; meminta; strategi.