
KEBIJAKAN PEMBENTUKAN MODAL SOSIAL DAN PENGURANGAN KEMISKINAN DI RUMAH TANGGA PERDESAAN INDONESIA
Author(s) -
Ahmadriswan Nasution
Publication year - 2017
Publication title -
jurnal ekonomi and kebijakan publik/jurnal ekonomi and kebijakan publik
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2528-4673
pISSN - 2086-6313
DOI - 10.22212/jekp.v7i2.672
Subject(s) - modal , business administration , sociology , economics , political science , business , chemistry , polymer chemistry
Kebijakan pengurangan kemiskinan di Indonesia cenderung fokus pada pendekatan ekonomi seperti Pembangunan infrastruktur (physical capital), bantuan kredit (financial capital), dan bantuan pendidikan dan kesehatan (human capital). Padahal, kemiskinan merupakan persoalan pembangunan yang kompleks, melibatkan banyak sumberdaya termasuk modal sosial (social capital). Penelitian ini menganalisis dampak modal sosial yang diukur dari gabungan indeks komponen modal sosial (rasa saling percaya, norma, gotong royong, partisipasi dalam kegiatan sosial, dan Jejaring sosial) terhadap kemiskinan yang diproksi dengan pengeluaran per kapita rumah tangga perdesaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan regresi linier berganda pada sampel sebanyak 40.474 rumah tangga di perdesaan Indonesia. Data penelitian bersumber dari hasil survei berskala nasional yang dilakukan oleh BPS, yaitu Susenas 2012 dan Podes 2011. Hasil analisis menunjukkan bahwa modal sosial bersama-sama dengan modal manusia, modal keuangan, dan modal fisik memberikan pengaruh positif terhadap pengeluaran per kapita rumah tangga, sehingga dapat mengurangi kemiskinan. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan modal sosial menjadi relevan dan penting dalam pengurangan kemiskinan secara berkelanjutan di perdesaan Indonesia. Dengan demikian, pemerintah dan pihak terkait diharapkan membuat kebijakan yang memfasilitasi pengembangan modal sosial rumah tangga miskin melalui, (1) pelibatan tokoh masyarakat, (2) memperluas jejaring sosial, dan (3) meningkatkan frekuensi interaksi antar masyarakat