
Penyelidikan Prospek Pasir Besi di Dusun Sungai Topo, Desa Sungai Teluk, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik menggunakan Metode Magnetik
Author(s) -
Karimah Karimah,
Irjan Irjan
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal fisika indonesia
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2579-8820
pISSN - 1410-2994
DOI - 10.22146/jfi.v22i1.49349
Subject(s) - physics , forestry , geomorphology , geography , geology
Penelitian yang telah dilakukan dikawasan pantai dusun sungai topo desa sungai teluk kecamatan sangkapura kabupaten gresik bertujuan untuk mengetahui pola sebaran pasir besi dan mengetahui struktur bawah permukaan di daerah penelitian. Daerah penelitian memiliki formasi Quarter Aluvial yang merupakan endapan sungai dan pantai yang tersusun dari kerakal, kerikil, lempung, lumpur, dan pasir. Akuisisi data interpretasimagnetik dalam penelitian ini telah dilakukan pada bulan juli 2018, diperoleh 103 titik pengamatan dengan jarak 80-100 m antar titik pengamatan. Pengambilan data dengan menggunakan Proton Procession Magnetometer (PPM) diperoleh medan magnet total dititik pengamatan pada daerah penelitian. Hasil interpretasi kualitatif dengan koreksi variasi harian, koreksi IGRF, kontinuasi keatas dengan ketinggian 200 m dan reduksi ke kutub. Hasil analisis menunjukkan rentang nilai anomali medan magnet dari -70nT sampai 70 nT. Hasil interprtasi kuantitatif dari pemodelan 2D menggunakan oasis montaj, diperoleh beberapa model benda anomali bawah permukaan. Model benda anomali dengan nilai suseptibilitas 15x10-6 satuan SI diinterpretasi sebagai pasir besi yang berselingan dengan lanau, lempung, pasir dan kerikil.dari formasi Alluvium. Berdasarkan data anomali lokal, data singkapan, stratigrafi, pada area penelitian memiliki anomali tinggi dan anomali rendah dengan bentuk klosur tertutup yang tersebar tidak merata di area penelitian, dan memiliki lapisan struktur bawah permukaan yang tersusun dari pasir halus, pasir yang bercampur dengan pasir besi, gamping bercampur dengan batu pasir, dan gamping dengan kedalaman 50 meter dibawah permukaan.