
PENGARUH INDUSTRI GULA MASA KRISIS MALAISE TERHADAP MASYARAKAT DI KARESIDENAN JEPARA TAHUN 1930 – 1940
Author(s) -
Agnes Petrus
Publication year - 2022
Publication title -
mozaik
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
ISSN - 1907-6258
DOI - 10.21831/moz.v12i2.45619
Subject(s) - humanities , art
AbstrakPada tahun 1929 perekonomian dunia mengalami kelesuan yang disebabkan oleh anjloknya bursa saham di New York. Krisis ekonomi menyebabkan industri gula di Hindia – Belanda kehilangan negara tujuan ekspor, yang kemudian diikuti dengan pembatasan produksi gula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi industri gula masa krisis malaise, dan dampaknya terhadap masyarakat di Karesidenan Jepara tahun 1930 – 1940. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode sejarah kritis yang meliputi 4 langkah diantaranya; heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode tahun 1930 – 1940, di wilayah Karesidenan Jepara terjadi penurunan industri gula. Hal tersebut dilihat dari menurunnya luas areal perkebunan dan pabrik gula yang awalnya berjumlah 11 pabrik, pada masa krisis tersisa 8 pabrik yang masih beroprasi. Penurunan tersebut berdampak pada banyaknya tanah yang telah disewa dikembalikan ke tuan tanah, beralihnya alat pembayaran kembali menggunakan barang (barter), munculnya permasalahan sosial, pengurangan tenaga kerja dan upah buruh mengalami pemangkasan.Kata Kunci: Industri Gula, Krisis Malaise, Karesidenan Jepara