
CANGGU: PELABUHAN SUNGAI MASA MAJAPAHIT ABAD XIV – XVI
Author(s) -
Mawardi Purbo Sanjoyo
Publication year - 2020
Publication title -
mozaik
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
ISSN - 1907-6258
DOI - 10.21831/moz.v10i2.32456
Subject(s) - physics , humanities , forestry , geography , art
Keberhasilan Majapahit menjadi kerajaan besar tidak lepas dari proses pemanfaatan kondisi alam. Secara geografis, Majapahit yang terletak di pedalaman memungkinkannya menjadi kerajaan agraris dengan limpahan hasil alam sebagai komoditi utamanya. Disamping itu, lambat laun Majapahit juga mampu menjadi kerajaan maritim yang kuat dengan mengoptimalkan fungsi sungai sebagai jalur perdagangan dari pedalaman menuju hilir (pesisir). Majapahit membuat pelabuhan-pelabuhan dagang di sepanjang aliran sungai untuk memaksimalkan kegiatan dagang. Salah satu pelabuhan sungai yang penting pada masa Majapahit adalah Pelabuhan Canggu. Letak pelabuhan Canggu di masa Majapahit, pada masa kini dapat diidentikkan dengan Desa Canggu di Kecamatan Jetis Mojokerto. Pelabuhan ini tidak berdiri sendiri, ada beberapa pelabuhan penopang lain, di antaranya Pelabuhan Bubat yang sekarang dapat diidentikkan dengan Desa Tempuran, Kecamatan Sooko Mojokerto, dan Pelabuhan Terung yang terletak di Dusun Terung Kecamatan Krian, Sidoarjo. Sementara itu, Pelabuhan Canggu mempunyai fungsi yang beragam diantaranya sebagai pangkalan militer, pelabuhan dagang, bahkan pelabuhan bea cukai. Berdasarkan fungsinya sebagai pelabuhan sungai, Canggu mampu menjadi salah satu penopang kemakmuran Majapahit. Kata Kunci: Pelabuhan, Sungai, Majapahit