z-logo
open-access-imgOpen Access
DARI POHON HAYAT SAMPAI GUNUNGAN WAYANG KULIT PURWA (Sebuah Fenomena Transformasi Budaya)
Author(s) -
Muhajirin
Publication year - 2015
Publication title -
imaji/imaji : jurnal seni dan pendidikan seni
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-0175
pISSN - 1693-0479
DOI - 10.21831/imaji.v8i1.6656
Subject(s) - art , humanities
Pohon hayat merupakan pohon yang mampu memberikan hayat atau kehidupan bagi umat manusia yang dipercaya memberikan pengayoman dan perlindungan serta mempertebal semangat dan keyakinan masyarakat. Sisa-sisa kepercayaan terhadap pohon ayat itu sampai sekarang. Pada jaman kebudayaan Jawa Islam, kepercayaan terhadap pohon hayat tetap berkembang, bahkan bentuk gunungan wayang yang juga disebut kekayon kemudian ditafsirkan berasal dari bahasa Arab khayyu (kehendak), dan setelah mendapat akhiran an menjadi khayyu-an, khayyun, dan kayon (kekayon). Perkataan kekayon ini berkaitan dengan kayu (pohon), dan gununggan wayang memang menggambarkan sebuah hutan yang lebat. Jadi bentuk gunungan (kekayon) wayang kulit purwa merupakan perkembangan lebih lanjut dari pohon Kalpataru yang sudah terkenal sejak jaman kebudayaan Hindu Jawa . Kata Kunci: Pohon Hayat, Gunungan Wayang Kulit Purwa, transformasi budaya

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here