
DHAKON: NILAI HISTORIS, SIMBOLIS, DAN EKSPERIMENTAL DALAM UPAYA PELESTARIAN
Author(s) -
I Gusti Ngurah Edi Basudewa
Publication year - 2015
Publication title -
imaji/imaji : jurnal seni dan pendidikan seni
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
eISSN - 2580-0175
pISSN - 1693-0479
DOI - 10.21831/imaji.v12i1.3637
Subject(s) - humanities , art , psychology
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai historis, simbolis, dan eksperimental dari dhakon sebagai permainan tradisional. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Dhakon berasal dari kata dhaku yang mendapat akhiran -an. Dhaku berarti mengaku bahwa sesuatu itu miliknya. Jadi, dalam permainan ini dikandung tujuan bahwa isi permain berusaha mengaku bahwa sesuatu itu adalah miliknya. Dhakon secara internasional dinamakan mancala yang berasal dari bahasa Arab 'Naqala.' Kata ini berarti bergerak. Menurut dugaan, asal permainan ini berasal dari Jordania setelah ditemukan papan mainan yang berusia 7000-5000 tahun sebelum masehi. Sementara itu, di Afrika permainan ini juga dikenal dengan nama oware. Di Jawa permainan tradisional dhakon menjadi permainan yang popular. Permainan ini sering dimainkan oleh masyarakat biasa sampai kaum bangsawan atau priyayi. Selain itu, terdapat pula dhakon pusaka yang memiliki nilai simbolis. Dhakon merupakan salah satu unsur budaya yang harus dilestarikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan eksperimental. Eksperimental merupakan upaya untuk mengangkat nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional untuk diekspresikan menjadi sebuah karya seni dengan media tertentu yang menampilkan kebaruan, tetapi tanpa mengurangi nilai historis dan simbolisnya. Tujuan utamanya adalah untuk pelestarian saja.